Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Tegaskan Siswa di Bengkulu yang Meninggal Tak Terkait MBG

BGN Tegaskan Siswa di Bengkulu yang Meninggal Tak Terkait MBG
SPPG Tambolaka ini kita memanfaatkan petani lokal, peternak, dan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk program MBG. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)
Intinya Sih
  • BGN menegaskan kematian siswa MIN 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak terkait dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Giri Kencana.
  • Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Fatih mengalami pendarahan otak dan meninggal dunia sekitar 12 jam setelah menjalani operasi bedah saraf di RS Tiara Sella.
  • Uji laboratorium BPOM memastikan sampel makanan MBG bebas dari bakteri, bahan berbahaya, maupun cemaran lain, serta tidak ada penerima manfaat lain yang mengalami gejala serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.

Menurut Nanik, informasi yang beredar dan mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan MBG tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit," kata Nanik dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

1. Ada pendarahan otak

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Nanik menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pendarahan otak pada korban saat dilakukan pemindaian atau CT Scan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

"Kondisi tersebut kemudian mengharuskan Fatih dirujuk ke RS Tiara Sella yang memiliki fasilitas dan peralatan untuk melakukan operasi bedah saraf," kata dia.

2. Meninggal setelah 12 jam dioperasi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Awalnya, Fatih mendapatkan penanganan di RS Lagita Ketahun. Namun rumah sakit tersebut tidak melakukan perawatan intensif, melainkan hanya tindakan kegawatdaruratan karena kondisi kesadaran korban sudah menurun dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 6 yang mengindikasikan cedera otak berat dan mengancam jiwa.

Setelah sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang dihubungi, tetapi fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) penuh. Korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara. Hasil pemindaian otak (CT Scan) di rumah sakit tersebut menunjukkan adanya pendarahan otak.

"Karena membutuhkan tindakan lanjutan, Fatih kemudian dirujuk ke RS Tiara Sella untuk menjalani operasi bedah saraf. Dia meninggal dunia sekitar 12 jam setelah operasi dilakukan" kata dia.

3. Hasil uji lab tidak ada bakteri dalam MBG

BGN Tegaskan Siswa di Bengkulu yang Meninggal Tak Terkait MBG
Pengujian bahan pangan MBG di SPPG Polri Rejomulyo Semarang. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Selain itu, Nanik mengatakan, hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan tidak ditemukan bakteri E. coli maupun indikasi cemaran lain pada sampel makanan MBG yang diperiksa.

"Hasil uji BPOM menunjukkan seluruh sampel negatif, tidak ada bakteri E. coli, boraks, formalin, nitrit, arsen, sianida, ataupun temuan lain yang mengarah pada keracunan pangan," ujar dia.

Dia menambahkan, dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari tersebut, hanya Fatih yang mengalami kondisi gangguan kesehatan.

"Dari 1.800 penerima manfaat, tidak ada laporan kejadian serupa. Hanya satu kasus ini, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak," kata Nanik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More