CEK FAKTA: Video Penampakan Korban Hantavirus di Jakarta

- Video viral yang diklaim menampilkan korban hantavirus di Jakarta ternyata berasal dari serial drama Filipina berjudul 'Wish Ko Lang: Rabies'.
- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat tiga kasus positif hantavirus dan enam kasus suspek yang masih dalam pemantauan intensif.
- Pemerintah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri serta lingkungan, terutama dengan rajin mencuci tangan untuk mencegah penularan virus yang ditularkan melalui tikus.
Jakarta, IDN Times ā Beredar potongan video di media sosial yang diklaim memperlihatkan korban hantavirus. Video tersebut viral setelah diunggah di TikTok dengan narasi bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menemukan empat korban hantavirus.
Benarkah potongan video yang menampilkan seorang perempuan tersebut korban hantavirus?
1. Video merupakan cuplikan film Thailand
Berdasarkan penelusuran video yang beredar ternyata bukan memperlihatkan korban hantavirus, melainkan cuplikan dari serial drama televisi asal Filipina.
Penelusuran terhadap jejak unggahan yang lebih lama menemukan video identik di akun Facebook Wish Ko Lang. Video tersebut diunggah dengan tagar #BehindTheScenes disertai keterangan "Wish Ko Lang: Rabies."
2. Video yang beredar bukan pasien hantavirus

Berdasarkan informasi yang tersedia, Wish Ko Lang merupakan serial drama televisi asal Filipina yang memiliki sebuah episode berjudul "Rabies".
Dengan demikian, video yang beredar di media sosial merupakan adegan dari serial drama, bukan dokumentasi korban hantavirus di Jakarta.
3. Ada tiga kasus positif hantavirus

Sementara Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 9 kasus terkait dugaan hantavirus, dengan 3 orang telah terkonfirmasi positif dan 6 lainnya berstatus suspek yang masih dipantau intensif.
"Kasus santavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini, kita masih menemukan ada 3 kasus positif. Tapi ada 6 suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," ucap Ani di Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).
Selain itu, Dinkes DKI juga mengoptimalkan tim Gerak Cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabil ada peningkatan kasus yang cukup signifikan.
"Untuk himbauan kepada masyarakat pada dasarnya yang pertama adalah tetap melakukan protokol pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir karena itu adalah kunci untuk mencegah masuknya virus ke tubuh kita. Lalu kemudian bahwa hanta virus ini ditularkan melalui tikus," ujarnya.


















