Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prancis Kini Punya Taman Indonesia Terbesar di Bretag

Prancis Kini Punya Taman Indonesia Terbesar di Bretag
Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Prancis. (Dok. KBRI Paris)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Taman Indonesia – I Ketut Wirta diresmikan di Tropical Parc, Bretagne, sebagai simbol diplomasi budaya dan persahabatan antara Indonesia dan Prancis.
  • Taman seluas lebih dari satu hektare ini dibangun oleh keluarga Giquel dengan kolaborasi para perajin Indonesia, menampilkan rumah adat, patung, serta vegetasi khas Nusantara.
  • Pemerintah lokal dan pengelola Tropical Parc berencana menambah koleksi budaya serta membangun Museum Seni Tradisional Indonesia pada 2027 untuk memperkuat promosi budaya Nusantara di Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia memperkuat diplomasi budaya di Eropa melalui peresmian Jardin Indonésien – I Ketut Wirta atau Taman Indonesia di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Prancis. Taman seluas lebih dari satu hektare itu diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar pada akhir pekan lalu.

Keberadaan taman tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat Prancis secara permanen. Berlokasi di dalam kawasan wisata Tropical Parc yang memiliki luas lebih dari lima hektare, Taman Indonesia dirancang menyerupai lanskap tradisional Indonesia dengan memadukan arsitektur, seni, dan vegetasi khas Nusantara.

Selain menjadi ruang promosi budaya, taman ini juga diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata Indonesia. Setiap tahunnya, Tropical Parc dikunjungi lebih dari 100 ribu wisatawan sehingga dinilai menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Peresmian taman turut dihadiri sekitar 150 tamu yang terdiri atas otoritas daerah, pelaku industri pariwisata, media lokal, diaspora Indonesia di Prancis, hingga pengelola Tropical Parc. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari dan musik Indonesia yang menghadirkan nuansa Nusantara di wilayah Bretagne.

1. Simbol persahabatan Indonesia dan Prancis

Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, meresmikan Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc,
Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, meresmikan Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne. (Dok. KBRI Paris)

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, menyampaikan apresiasi kepada keluarga Giquel selaku pengelola Tropical Parc yang telah menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia melalui pembangunan taman tersebut.

“Hari ini, kita tidak hanya meresmikan sebuah taman yang indah tetapi kita merayakan persahabatan panjang antara Indonesia dan Prancis. Taman Indonesia ini adalah jembatan yang menghubungkan kedua bangsa melalui budaya, alam, dan rasa saling menghormati,” ujar Oemar dalam pernyataan KBRI Paris, Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan, keberadaan Taman Indonesia diharapkan menjadi pintu bagi masyarakat Prancis untuk mengenal Indonesia lebih dekat. “Taman Indonesia dapat menjadi jendela menuju Indonesia bagi masyarakat Prancis,” katanya.

Menurut Oemar, taman tersebut tidak hanya memperkenalkan seni dan tradisi Nusantara, tetapi juga menjadi ruang yang mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui dialog budaya dan penghormatan terhadap keberagaman.

2. Dibangun dari kecintaan terhadap budaya Nusantara

Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Prancis.
Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Prancis. (Dok. KBRI Paris)

Taman Indonesia dibangun oleh keluarga Giquel yang selama puluhan tahun memiliki ketertarikan terhadap alam dan budaya Indonesia. Nama ‘I Ketut Wirta’ disematkan sebagai penghormatan kepada almarhum I Ketut Wirta yang memperkenalkan keluarga tersebut pada kekayaan budaya Indonesia.

Seluruh elemen taman merupakan hasil kolaborasi dengan para perajin dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Lombok, Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Toraja. Beragam rumah adat, ukiran kayu, patung batu, hingga ornamen dekoratif dibuat langsung oleh para perajin Indonesia sebelum dikirim ke Prancis.

Pengunjung dapat melihat berbagai ikon budaya Nusantara, mulai dari rumah adat Nusa Tenggara Timur, rumah Toraja, rumah Joglo, lumbung padi khas Bali atau jineng, stupa yang terinspirasi dari Candi Borobudur, patung-patung Hindu, hamparan sawah terasering, kolam, hingga sekitar 100 pohon palem dan ribuan tanaman tropis.

Perwakilan keluarga Giquel, Erven Giquel, mengatakan pembangunan taman tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang keluarganya mengenal Indonesia selama lebih dari empat dekade.

“Taman Indonesia merupakan perwujudan dari mimpi dan kerja keras yang telah dibangun selama lebih dari empat dekade,” ujar Erven Giquel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para perajin Indonesia yang telah membantu menghadirkan kekayaan warisan budaya Nusantara di Tropical Parc, sehingga dapat dinikmati ratusan ribu pengunjung setiap tahun.

3. Akan dilengkapi museum seni tradisional Indonesia

Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Prancis.
Taman Indonesia "Jardin Indonésien - I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Prancis. (Dok. KBRI Paris)

Pemerintah daerah Saint-Jacut-les-Pins menyambut baik kehadiran Taman Indonesia, karena dinilai semakin memperkuat daya tarik Tropical Parc sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Bretagne.

Wali Kota Saint-Jacut-les-Pins, Sophie Bouchon, mengatakan Taman Indonesia memperkaya identitas Tropical Parc sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi masyarakat Prancis maupun wisatawan mancanegara.

Pengembangan kawasan tersebut juga akan terus berlanjut. Ke depan, area Taman Indonesia akan diperluas dengan penambahan koleksi rumah adat serta karya para perajin dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, pengelola Tropical Parc juga berencana membangun Museum Seni Tradisional Indonesia yang ditargetkan mulai dibuka pada 2027. Museum tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Tropical Parc sebagai pusat promosi budaya Indonesia di Prancis.

KBRI Paris menyatakan, akan terus mendukung pengembangan Taman Indonesia agar tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol persahabatan yang langgeng antara Indonesia dan Prancis serta sarana memperkenalkan seni, tradisi, dan arsitektur Nusantara kepada masyarakat Eropa secara lebih luas.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More