Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Saat Tes DNA

Cerita Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Saat Tes DNA
Default Image IDN
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keluarga dan kerabat korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182  terus mendatangi Posko Ante Mortem Disaster victim investigation (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri, Keramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

Kedatangan mereka untuk melakukan tes DNA. Namun sebelumnya mereka harus menjalani tes rapid antigen di luar area posko. Jika hasilnya nonreaktif maka pihak keluarga akan masuk ke antemortem room dan menjalani tes DNA. 

1. Keluarga Arifin Ilyas datang dari Kebumen

default-image.png
Default Image IDN

Salah satu keluarga yang datang ke RS Polri adalah Ayahanda dan Ibunda Arifin Ilyas. Arifin merupakan salah seorang penumpang Sriwijaya Air SJY 182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).     

"Bapak dan ibunya. Saya mau antar istirahat ini bapaknya kasihan sekali, bapaknya kecapekan dari Kebumen," kata Zein Ahmadi, perwakilan keluarga. Zein mengatakan kehadiran Ibunda dan ayahanda Arifin Ilyas ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani tes DNA

Zein dan Arifin bekerja di perusahaan yang sama. Menurut Zein, Arifin terbang ke Pontianak menggunakan Sriwijaya Air untuk urusan pekerjaan. Arifin sendiri sudah bekerja di perusahaan tersebut selama tiga tahun lamanya.

2. Rion Yogatama sempat berkomunikasi dengan keluarga sebelum terbang

default-image.png
Default Image IDN

Selain keluarga Arifin, keluarga lainnya adalah paman dari korban bernama Rion Yogatama, yakni Sugito. Sugito mengatakan keponakannya menumpang pesawat Sriwijaya SJY 182 ke Pontianak untuk keperluan pekerjaan.

Kabar kecelakaan ini diketahui keluarga pertama kali dari pihak kantor usai keluarga hilang kontak dengan pria berusia 29 tahun tersebut.

Sugito mengatakan Rion memang kerap dipindahtugaskan ke sejumlah daerah di Indonesia oleh kantor dan baru akan mulai bekerja di Pontianak.

"Di jaringan ini (tempat kerja) pindah-pindah dia, kadang di Ambon, pernah di Papua, pernah di Bali," kata Sugito.

Sugito mengatakan, sebelum pergi Rion sempat menghubungi sang istri saat berada di Jakarta.

"Waktu sebelum berangkat itu memang saling telepon-teleponan," kata Sugito.

3. Nurul sempat diajak terbang ke Pontianak

default-image.png
Default Image IDN

Keluarga lain yang menyambangi RS Polri adalah Nurul. Nurul merupakan kakak Arneta Fauzia, satu dari 62 penumpang Sriwijaya Air SJY 182.

"Sempat sebelum kejadian dia ngajak saya liburan ke Kalimantan, Pontianak, tapi saya gak mau," kata Nurul.

Nurul sempat mengira adiknya tak jadi terbang menggunakan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJY 182. 

Nurul tak menyangka jika komunikasi dengan adiknya pada akhir 2021 itu menjadi komunikasi terakhir mereka.

4. Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 jatuh di Perairan Kepulauan Seribu

default-image.png
Default Image IDN

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya SJY 182 dengan rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bella Manoban
Dwi Agustiar
Bella Manoban
EditorBella Manoban

Related Articles

See More

Spanyol Kirim Tentara ke Venezuela, Bantu Evakuasi Korban Gempa

28 Jun 2026, 04:10 WIBNews