Comscore Tracker

5 Masalah Jakarta Pemicu Pindahnya Ibu Kota 

Pemerintah nasional tidak tahan sehingga mau pindah ibu kota

Jakarta, IDN Times - Jakarta sebagai Kota Metropolitan menyimpan berbagai masalah. Memiliki populasi 10,2 juta jiwa dengan kepadatan penduduk 15,7 ribu orang tiap km, Jakarta menjadi kota terpadat di Indonesia.

Kepadatan penduduk ini membuat Jakarta menyimpan banyak masalah. Hal inilah, kata Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin Mungkasa, menjadi salah satu penyebab dipindahnya ibu kota negara dari Jakarta. 

"Jakarta sekarang ini sedang sakit, sebab banyak tekanan dan masalah. Bahkan pemerintah nasional tidak tahan lagi makanya mau pindah," ujar Oswar Muadzin di acara Green Growth and Sustainability Expo 2019 dan Diskusi Pojok Iklim, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (15/5) malam.

Baca Juga: Satpol PP DKI Jakarta akan Amankan Malam Takbir

1. Lima masalah Kota Metropolitan

5 Masalah Jakarta Pemicu Pindahnya Ibu Kota IDN Times/Dini Suciatiningrum

Oswar menerangkan, terdapat lima masalah yang selalu membayangi Jakarta sebagai Kota Metropolitan yakni ketersediaan air bersih, sampah, polusi udara, keterbatasan air, dan penurunan permukaan air tanah.

"Apalagi Jakarta tiap hari didatangi 2 juta orang yang berasal dari beberapa daerah otonom," imbuhnya.

2. Sungai di Jakarta tercemar bakteri

5 Masalah Jakarta Pemicu Pindahnya Ibu Kota ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Oswar mengungkapkan, sungai di Jakarta sudah tercemar kandungan 35 juta E-Coli per 100 cc air, sehingga Jakarta ketergantungan air bersih dari daerah lain.

"Sebanyak 97 persen air bersih di Jakarta berasal dari luar DKI Jakarta seperti Bogor, bahkan tidak sedikit embung yang kering," paparnya.

3. Sampah Jakarta 7 ribu ton per hari

5 Masalah Jakarta Pemicu Pindahnya Ibu Kota IDN Times/Wayan Antara

Selain air, sampah menjadi masalah klasik di Jakarta. Saat ini produksi sampah di Jakarta mencapai 7 ribu ton per hari.

Bahkan, dilansir dari Antara, volume sampah DKI Jakarta yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, pada hari pertama puasa Ramadan 1440 Hijriah, bertambah 864 ton menjadi 7.864 ton.

Petugas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Ahmad Nur Mubarok mengatakan, ada 12 truk dalam 24 jam mengangkut sampah dari wilayah DKI Jakarta ke Bantargebang pada hari pertama Ramadan.

"Kenaikan volume sampah selama puasa ini sebetulnya tidak terlalu signifikan, hampir sama saja dengan hari normal sekitar 7.000 ton per hari," kata Ahmad.

4. Penurunan tanah di Jakarta capai 25 cm

5 Masalah Jakarta Pemicu Pindahnya Ibu Kota IDN Times/Toni Kamajaya

Oswar menambahkan, dalam rentang 2014-2017 telah terjadi penurunan permukaan tanah hingga 25 cm di Jakarta Utara.

Bahkan menurut peneliti Geofisika Universitas Indonesia (UI) Syamsu Rosid, fenomena penurunan permukaan tanah ini disebabkan eksploitasi air tanah yang berlebihan.

Penyebab lainnya, karena makin berkurangnya lahan hijau terbuka sebagai zona resapan air tanah permukaan, dan pembangunan infrastruktur berbobot berat yang cukup intensif.

"Penurunan permukaan tanah juga bisa diakibatkan aktivitas manusia yang banyak memicu munculnya getaran pada permukaan tanah, truk-truk bertonase berat yang banyak berlalu lalang di wilayah Jakarta Utara," imbuh dosen Program Studi Geofisika ini.

5. Jakarta jadi Kota Berketahanan

5 Masalah Jakarta Pemicu Pindahnya Ibu Kota IDN Times/Uni Lubis

Akibat serangkaian masalah tersebut, Jakarta menjadi Kota Berketahanan. Oswar menerangkan, Kota Berketahanan adalah kota dengan kapasitas individu, masyarakat, institusi, bisnis, dan sistem dari sebuah kota yang dapat bertahan, beradaptasi dan tumbuh terhadap tekanan, stres yang terus menerus.

"Contohnya macet sudah menjadi hal yang lumrah dialami pengguna jalan di Jakarta, padahal macet itu kan masalah, namun karena sudah terbiasa menjadi bukan masalah, sebaliknya kalau gak macet malah pada bingung," paparnya.

Baca Juga: Fakta-fakta Pengambilalihan Swastanisasi Air DKI Jakarta

Topic:

  • Sunariyah

JADWAL SALAT & IMSAK

22
MEI
2019
17 Ramadan 1440 H
Imsak

04.25

Subuh

04.35

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

19.00

#MILLENNIALSMEMILIH

Versi: 22 May 2019 21:15:05

Progress: 763.838 dari 813.350 TPS (93.91258%)

Just For You