Jepang Mulai Jual Pil Kontrasepsi Darurat Tanpa Resep

- Aturan terkait pembeli dan penyedia fasilitas penjualan obat tersebut.
- Pil kontrasepsi darurat hanya dapat dibeli untuk mereka yang membutuhkan.
- Uji coba penjualan pil kontrasepsi darurat tanpa resep dimulai sejak 2023.
Jakarta, IDN Times -Jepang mulai menjual pil kontrasepsi darurat tanpa resep, yang dimulai pada Senin (2/2/2026). Sekitar ribuan apotek dan toko obat berpartisipasi dalam peluncuran program ini. Pil yang paling umum dijual adalah NorLevo.
Untuk harga eceran yang disarankan adalah sekitar 7.480 yen (Rp808 ribu) per pil. Obat tersebut dijual di sekitar 7 ribu apotek dan toko obat di seluruh Jepang, dan tidak dijual secara online.
NorLevo efektif dalam mencegah kehamilan, jika diminum dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual, dilansir NHK News.
1. Aturan terkait pembeli dan penyedia fasilitas penjualan obat tersebut
Untuk pembelian, tidak ada batasan usia, tidak memerlukan persetujuan dari orang tua atau pasangan, tetapi harus membeli obat tersebut secara langsung. Pembeli juga harus meminum pil tersebut di tempat, di bawah bimbingan apoteker yang terlatih khusus.
Kyodo News melaporkan, NorLevo hanya akan tersedia di layanan yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Ini termasuk fasilitas yang dapat menjamin privasi, dan bekerja sama dengan dokter kandungan dan ginekolog terdekat.
Apoteker terlatih akan menggunakan daftar periksa, guna memastikan apakan seorang perempuan dapat mengonsumsi pil KB. Sebab, pil KB tidak dijamin dapat mencegah kehamilan, dan disarankan untuk melakukan tes kehamilan atau mengunjungi dokter kandungan setelah tiga minggu.
2. Pil kontrasepsi darurat hanya dapat dibeli untuk mereka yang membutuhkan

Pil tersebut hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang membutuhkannya, dan tidak tersedia untuk pihak ketiga atau laki-laki.
Selain itu, penyedia kontrasepsi perlu menyarankan pembeli di bawah 16 tahun dan pembeli berulang untuk berkonsultasi ke layanan kesehatan. Jika ada indikasi kekerasan seksual, apotek wajib memberikan akses ke lembaga bantuan.
Dilaporkan, efek samping pil kontrasepsi darurat meliputi pendarahan rahim dan sakit kepala. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan efek samping tersebut ringan.
3. Uji coba penjualan pil kontrasepsi darurat tanpa resep dimulai sejak 2023

Sebelumnya di Jepang, kontrasepsi darurat memerlukan resep dokter, yang menjadi kendala karena efektivitasnya sangat bergantung pada waktu. Namun, pada Oktober tahun lalu, Kementerian Kesehatan menyetujui penjualan tanpa resep. Tindakan ini sebagai respons atas seruan untuk akses yang lebih mudah, guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Uji coba penjualan pil kontrasepsi tanpa resep bagi perempuan 16 tahun ke atas dimulai di apotek terpilih sejak November 2023. Perubahan ini membuat Jepang lebih sejalan dengan norma internasional. Di luar negeri, pil kontrasepsi darurat dapat dibeli tanpa resep di sekitar 90 negara dan wilayah, dikutip dari Asahi Shimbun.

















