Dirut PAM Tegaskan Air PAM Diolah dari Sungai Bukan Air Tanah

- Gedung baru PAM JAYA akan dilengkapi pusat edukasi air untuk pelajar sejak usia dini.
- Pusat edukasi air juga akan berfungsi sebagai museum air yang merekam sejarah PAM JAYA hingga proses pengolahan air bersih.
- Lokasi gedung PAM dekat dengan water treatment plant yang menjadi jantung distribusi air bersih di Jakarta.
Jakarta, IDN Times – Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menegaskan bahwa sumber air yang dikelola PAM JAYA bukan berasal dari air tanah, melainkan dari air sungai yang diolah setelah dibeli dari Pemerintah Pusat. Arief mengatakan, masih banyak masyarakat yang keliru memahami sumber air PAM dan mengira berasal dari eksploitasi air tanah.
“PAM itu melakukan pengolahan air yang ada di sungai, yang kita beli dari pemerintah pusat. Jadi sebenarnya kadang-kadang suka takutnya salah gitu. PAM itu orang tahunya eksplorasi air tanah. Enggak, kita pakai air sungai, itu kemudian kita olah,” ujar Arief dalam acara groundbreaking pembangunan gedung PAM JAYA di Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2025).
1. Gedung akan dilengkapi edukasi air

Untuk meluruskan pemahaman publik soal air bersih, Arief menyampaikan bahwa gedung baru PAM JAYA nantinya akan dilengkapi pusat edukasi air yang menyasar pelajar sejak usia dini.
“Gedung ini akan ada di dalamnya pusat edukasi air. Dan ini pertama di Indonesia. Kita ingin air menjadi salah satu hal yang sangat harus dikenalkan oleh generasi-generasi, mungkin mulai dari SD atau SMP,” ucapnya.
2. Pusat edukasi akan jadi museum air

Arief menambahkan, pusat edukasi tersebut nantinya juga akan berfungsi sebagai museum air yang merekam perjalanan sejarah PAM JAYA hingga proses pengolahan air bersih.
“Ini yang selalu kita remind, kenapa museum air itu menjadi sangat penting. Di situ nanti ada titik balik tentang sejarah PAM sampai kemudian bagaimana air itu terproses,” jelasnya.
3. Gedung PAM dekat dengan lokasi vital

Ia juga menyebutkan bahwa kawasan tersebut merupakan lokasi vital karena berdekatan dengan instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) yang menjadi jantung distribusi air bersih di Jakarta. “Karena WTP di sebelah ini, itu jantungnya buat mengalirkan air sampai ke Balai Kota dan Istana Presiden,” kata Arief.
Menurut Arief, WTP tersebut memiliki kapasitas sekitar 6.000 liter per detik (LPS) dengan total luasan kawasan mencapai kurang lebih 12 hektare. Selain pembangunan gedung baru, PAM JAYA juga tengah melakukan renovasi laboratorium pengujian kualitas air.



.jpg)















