Istana Buat Edaran Imbau Pejabat Gelar Open House Sederhana

- Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi mengeluarkan surat edaran agar pejabat menyelenggarakan open house Idul Fitri 1447 H secara sederhana dan tidak berlebihan.
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan open house mewah sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang masih terdampak bencana di berbagai daerah.
- Prabowo tetap mendorong agar kegiatan silaturahmi tetap ada supaya roda ekonomi masyarakat tetap bergerak meski dilakukan dengan cara sederhana.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan sudah mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau semua pejabat menggelar open house lebaran Idul Fitri 1447 H secara sederhana. Sebab, masih ada saudara se-Tanah Air dalam keadaan kurang baik.
"Kami sudah menyampaikan surat edaran untuk kepada seluruh kementerian dan lembaga, untuk kami imbau untuk tidak apa namanya berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupun halal bihalal karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita yang pada kondisi yang belum baik gitu," ujar Prasetyo di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
"Jadi, kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halal bihalal," sambungnya.
1. Prabowo larang pejabat gelar open house mewah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melarang pejabat menggelar open house Lebaran Idul Fitri 1447 H secara mewah. Prabowo meminta agar open house dilakukan secara sederhana.
"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewah," ujar Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
2. Larangan itu karena masih ada saudara yang terkena musibah

Prabowo mengatakan, larangan itu karena masih ada saudara se-Tanah Air yang mengalami musibah karena bencana alam. Oleh karena itu, perlu ada empati.
"Saudara kita di daerah bencana dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," kata dia.
3. Prabowo menyebut jangan sampai tidak ada acara

Meski demikian, kata Prabowo, jangan sampai tidak ada acara yang diselenggarakan. Sebab, dari kegiatan yang diselenggarakan itu, roda ekonomi bisa berputar.
"Tapi, kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara, kalau tidak, ekonomi kita juga gak jalan," imbuhnya.
















