Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belum Kebagian MBG, Siswa SD di NTB Tagih Janji Prabowo

Belum Kebagian MBG, Siswa SD di NTB Tagih Janji Prabowo
Ilustrasi pengolahan MBG di SPPG. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Siswa SD Rentung di Lombok Tengah menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo karena sekolah mereka belum menerima program Makan Bergizi Gratis meski sudah berjalan lebih dari setahun.
  • Anak-anak menilai program MBG sebagai bentuk perhatian negara bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota dan mempertanyakan alasan belum mendapatkannya.
  • Mereka menuntut keadilan agar hak mendapatkan makanan bergizi juga dirasakan oleh siswa di pelosok seperti halnya anak-anak di daerah lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suara anak-anak terdengar begitu lantang dan penuh semangat memberikan pesan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka meminta keadilan, sebab sekolahnya belum merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suara tegas dan lantang penuh semangat itu berasal dari siswa-siswi di SD Rentung, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pernyataan itu diunggah melalui TikTok oleh akun @hadynfc dengan judul Keberanian Anak Desa Montong Ajan dalam Meminta Keadilan MBG.

1. Program MBG sudah berjalan setahun

Siswa SD di NTB lantang tagih Presiden Prabowo belum dapat MBG.
Siswa SD di NTB lantang tagih Presiden Prabowo belum dapat MBG. (TikTok oleh akun @hadynfc RI)

Mereka menyampaikan bahwa program MBG yang telah berjalan lebih dari setahun ini, belum juga sampai ke sekolah di pelosok desa tersebut. Padahal, mereka juga ingin mendapatkan gizi lengkap setiap harinya.

Seorang siswi yang ikut berkumpul di lapangan sekolah bersama teman-temannya dengan polos menyampaikan keluhan.

“Lapor Pak Prabowo, kami minta keadilan, MBG sudah berjalan satu tahun lebih tapi kami belum dapat-dapat," katanya yang diiringi dengan seruan membenarkan dari teman-temannya, dikutip Selasa (16/3/2026).

2. MBG bentuk perhatian negara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, pada Kamis (15/5/2025). (Dok. Humas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, pada Kamis (15/5/2025). (Dok. Humas Polri)

Bagi anak-anak di sekolah itu, program makan bergizi bukan sekadar bantuan. Program tersebut dianggap sebagai bentuk perhatian negara kepada mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

Seorang siswa bahkan mempertanyakan mengapa mereka belum merasakan manfaat program tersebut.

"Apakah karena kami anak kampung yang tinggal di pelosok negeri sehingga tidak penting untuk mendapatkan MBG? Negeri ini tidak adil kepada kami," kata siswa tersebut.

3. Menuntut keadilan MBG

Presiden Prabowo Subianto saat menjinjau program Makan Bergizi Gratis di SDN Kedung Jaya 2 Kota Bogor dan SPPG Tanah Sareal, Senin (10/2/2025). (IDN Times/Linna Susanti)
Presiden Prabowo Subianto saat menjinjau program Makan Bergizi Gratis di SDN Kedung Jaya 2 Kota Bogor dan SPPG Tanah Sareal, Senin (10/2/2025). (IDN Times/Linna Susanti)

Siswa lain menegaskan, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak di daerah lain di Indonesia. Karenanya, ia menuntut keadilan untuk juga diberikan MBG.

Anak-anak di sekolah tersebut pada dasarnya hanya berharap program MBG dapat segera menjangkau sekolah mereka, seperti yang telah diterima oleh siswa di daerah lain.

"Bagaimana pun kita anak bangsa yang punya hak sama dengan anak-anak lain," serunya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More