Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DPR Desak Bapanas Segera Salurkan Bantuan Pangan untuk 33 Juta Keluarga

DPR Desak Bapanas Segera Salurkan Bantuan Pangan untuk 33 Juta Keluarga
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
  • DPR mendesak Bapanas segera menyalurkan bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 bagi 33,2 juta keluarga, berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng menjelang Idul Fitri.
  • Program ini menyasar masyarakat desil I–IV dengan total anggaran Rp11,92 triliun, melibatkan Bulog untuk distribusi beras 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.
  • Pemerintah menargetkan 35,04 juta keluarga penerima manfaat selama Ramadan 1447 H guna menjaga stabilitas harga sembako dan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta Badan Pangan Nasional (Bapanas) tidak lagi menunda-nunda penyaluran bantuan pangan (Bapang) periode Februari dan Maret 2026, karena dinantikan oleh sebanyak 33,2 juta keluarga di Indonesia.

Alex mengatakan, kehadiran bantuan 20 kg beras serta 4 liter minyak goreng jelang hari raya Idul Fitri 2026 ini, tentunya sangat berarti bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).

“Stok beras dan minyak tak ada kendala. Jumlah persediaannya sangat memadai. Kita minta pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk tidak lagi menunda-nunda penyaluran Bapang periode Februari dan Maret 2026 ini,” kata Alex kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

1. Bantuan pangan menyasar rakyat miskin di desil I-IV

Bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Larasati Rey)
Bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Larasati Rey)

Alex mengatakan, bantuan pangan tersebut sedianya telah diputuskan dalam rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) tanggal 29 Januari 2026 lalu, di Jakarta. Namun, hingga hari ini belum cair.

Rapat yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian disepakati, penyaluran Bapang beras dan minyak goreng dilakukan sekali salur untuk alokasi 2 bulan, yakni Februari dan Maret 2026.

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diperbanyak dengan menyasar masyarakat desil I sampai IV, seperti halnya pada penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).

Adapun, jumlah KPM Bapang tahun 2026 ini diperbanyak hingga 81,9 persen dari jumlah KPM program serupa sebelumnya, yang berada di angka 18,2 KPM setiap bulannya.

Secara kuantitas, untuk penyaluran 2 bulan sekaligus tersebut, Bulog sebagai pihak yang mendapat tugas untuk menyalurkan, akan mengeluarkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.

Demi pelaksanaan program pro-rakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp11,92 triliun.

“Beras seberat 10 kg beserta minyak goreng 2 liter per bulan itu, tentunya akan mampu meredam gejolak harga di bulan Ramadan, terlebih hari raya Idul Fitri 1447 H/2026 M makin dekat. Bapang ini tentunya sangat ditunggu calon penerima. Jangan biarkan KPM menunggu janji pemerintah dalam waktu lama,” kata Ketua DPD PDIP Sumatra Barat itu.

2. Bantuan pangan nampu kendalikan inflasi jelang Lebaran Idul Fitri

bulog, bantuan pangan, penerima bantuan pangan, bantuan pangan nasional
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mulai menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Oktober-November 2025 kepada 3.003.244 penerima bantuan pangan (PBP). (dok. Bulog Jateng)

Menurut Alex, Bapang ini sangat penting karena akan mampu menjaga harga sembako tetap stabil dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri.

Alex menjelaskan, program serupa digelar dua tahap pada 2025. Tahap pertama dengan alokasi Juni dan Juli berupa bantuan pangan beras 10 kg setiap bulan kepada 18,2 KPM.

Kemudian pada tahap kedua, khususnya untuk alokasi Oktober dan November, pemerintah menambahkan paket bantuan dengan 2 liter minyak goreng dengan jumlah KPM yang sama setiap bulannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga pernah melaporkan implikasi positif program bantuan pangan beras yang turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan Indonesia.

Saat itu disebutkan, program bantuan pangan beras berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, di mana persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen. Ini menurun 0,33 persen pada Maret 2023, dan menurun 0,54 persen poin pada September 2022.

3. Sebanyak 35 juta keluarga dapat bantuan beras-minyak di Bulan Ramadan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (ekon.go.id)

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah akan memberikan bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di periode Ramadan 1447 Hijriah. Adapun bantuan tersebut berupa 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan.

“Akan mulai disalurkan di bulan Ramadan atau Februari nanti. Dan pemerintah maupun K/L yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” kata Airlangga dalam konferensi pers stimulus ekonomi Ramadan-Idul Fitri di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

“Target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat, yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” sambungnya.

Pemerintah juga tetap menyalurkan bansos untuk korban bencana banjir Sumatra dan wilayah lainnya dengan anggaran Rp2,3 triliun. Ada juga bantuan asistensi rehabilitasi sosial (Atensi) dengan anggaran senilai Rp20 triliun.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More