Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RS Juwita Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Empat korban luka kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia masih dirawat di RS Juwita dalam kondisi sadar; satu pasien menjalani operasi tangan dan jahitan kepala.
  • Dua anak korban mengalami trauma, termasuk seorang anak yang kehilangan ibunya. Tiga pasien lain menjalani observasi serta CT scan kepala dan dinyatakan tidak memerlukan operasi.
  • Kecelakaan Minggu sore menewaskan enam dari 12 korban setelah truk diduga mengalami rem blong dan menghantam halte; sopir berinisial T telah ditetapkan sebagai tersangka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Empat korban luka kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia masih dirawat di RS Juwita; dua anak korban mengalami trauma. Kecelakaan itu menewaskan enam orang dari total 12 korban.
  • Who?
    Empat pasien dirawat di RS Juwita, dua korban luka dirawat di RS Siloam Bekasi Timur, dan sopir truk berinisial T, 58 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, di depan Universitas BSI. Korban luka menjalani perawatan di RS Juwita dan RS Siloam Bekasi Timur.
  • When?
    Kecelakaan terjadi pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Empat korban masih dirawat di RS Juwita hingga Selasa, 3 November 2026.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan sopir dan saksi, truk diduga tidak dapat dikendalikan saat menuruni jembatan karena mekanisme pengereman tidak berfungsi.
  • How?
    Truk dari arah Unisma menuju Rawa Panjang sempat menabrak tembok gerbang Universitas BSI, tetapi kemudian menghantam 12 orang yang sedang menunggu bus di halte.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Truk molen menabrak orang-orang yang menunggu bus di Bekasi. Enam orang meninggal. Empat orang masih dirawat di RS Juwita dan dua orang dirawat di RS Siloam. Semua yang di RS Juwita sadar. Satu orang operasi tangan. Dua anak masih sangat sedih dan takut. Sopir truk sudah jadi tersangka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dampak berat kecelakaan, penanganan medis terhadap korban luka menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Keempat pasien di RS Juwita sadar, kondisinya dinilai baik, dan tiga di antaranya tidak memerlukan operasi kepala setelah pemeriksaan. Dengan perawatan yang terus berjalan, terdapat harapan sebagian korban dapat segera kembali pulang dalam beberapa hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Empat korban luka-luka akibat kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Juwita hingga Selasa (3/11/2026).

Direktur RS Juwita, dr. Slamet Effendy mengatakan, seluruh korban saat ini dalam kondisi sadar dan telah mendapatkan penanganan medis. Dari empat korban tersebut, satu orang harus menjalani operasi pada bagian tangan.

"Yang dirawat di Rumah Sakit Juwita ada empat korban. Ada empat korban, dan alhamdulillah bisa ditangani dengan baik dan sampai hari ini keempat korban kondisinya dalam keadaan yang baik," kata Slamet kepada jurnalis.

Dia menjelaskan, korban yang menjalani operasi merupakan pasien berusia sekitar 40 tahun. Selain mengalami cedera pada tangan, korban juga mendapatkan jahitan pada bagian kepala.

1. Dua anak korban kecelakaan mengalami trauma

Direktur RS Juwita, dr. Slamet Effendy. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara itu, tiga korban lainnya menjalani observasi dan pemeriksaan CT Scan kepala. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi mereka dinyatakan baik sehingga tidak memerlukan tindakan operasi untuk cedera kepala.

Di balik kondisi fisik korban yang mulai membaik, kecelakaan tersebut juga menyisakan trauma psikologis, terutama bagi dua anak yang juga menjadi korban.

Slamet mengatakan, salah satu anak harus kehilangan ibunya akibat kecelakaan tersebut. Sementara satu anak lainnya juga masih mengalami trauma.

"Ya tentulah ya, terutama yang dua anak tadi, tentulah ya, kan satu ibunya meninggal, yang satu juga masih trauma," kata dia.

2. Empat korban berpeluang segera pulang

Truk molen tabrak warga yang berada di Halte Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Slamet berharap, keempat korban dapat segera diperbolehkan pulang dalam beberapa hari ke depan. Namun, keputusan mengenai waktu kepulangan sepenuhnya menjadi kewenangan dokter yang merawat masing-masing pasien.

"Mudah-mudahan dalam hari-hari ini insyaallah bisa pulang ya. Tapi pastinya dokter yang merawat nanti yang memberikan keputusan itu," katanya.

Selain empat orang yang dirawat di RS Juwita, terdapat juga dua korban luka lainnya dirawat di RS Siloam Bekasi Timur. Saat ini, seluruh korban luka masih mendapatkan perawatan medis.

3. Kronologi kecelakaan

Truk molen tabrak warga yang berada di Halte Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Diketahui, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan itu mengakibatkan 12 orang menjadi korban dan enam orang di antaranya tewas di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan sopir dan saksi yang telah dimintai keterangan, truk melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju Rawa Panjang.

Saat melintasi turunan jembatan, tepatnya di depan Universitas BSI, sopir diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan lantaran mekanisme pengereman tidak lagi berfungsi.

Sopir truk sempat mencoba memberhentikan kendaraannya dengan cara menabrak tembok gerbang Universitas BSI. Namun, percobaannya gagal sehingga truk bermuatan adonan semen itu langsung menghantam 12 korban yang berada di halte.

"Korban saat kejadian memang sedang menunggu bis di halte," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, Minggu (1/11/2026).

Adapun, pihak kepolisian juga telah menetapkan sopir truk molen berinisial T (58 tahun) sebagai tersangka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article