4 Korban Truk Molen Maut Bekasi Masih Dirawat, Dua Anak Trauma

- Empat korban luka kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia masih dirawat di RS Juwita dalam kondisi sadar; satu pasien menjalani operasi tangan dan jahitan kepala.
- Dua anak korban mengalami trauma, termasuk seorang anak yang kehilangan ibunya. Tiga pasien lain menjalani observasi serta CT scan kepala dan dinyatakan tidak memerlukan operasi.
- Kecelakaan Minggu sore menewaskan enam dari 12 korban setelah truk diduga mengalami rem blong dan menghantam halte; sopir berinisial T telah ditetapkan sebagai tersangka.
Bekasi, IDN Times - Empat korban luka-luka akibat kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Juwita hingga Selasa (3/11/2026).
Direktur RS Juwita, dr. Slamet Effendy mengatakan, seluruh korban saat ini dalam kondisi sadar dan telah mendapatkan penanganan medis. Dari empat korban tersebut, satu orang harus menjalani operasi pada bagian tangan.
"Yang dirawat di Rumah Sakit Juwita ada empat korban. Ada empat korban, dan alhamdulillah bisa ditangani dengan baik dan sampai hari ini keempat korban kondisinya dalam keadaan yang baik," kata Slamet kepada jurnalis.
Dia menjelaskan, korban yang menjalani operasi merupakan pasien berusia sekitar 40 tahun. Selain mengalami cedera pada tangan, korban juga mendapatkan jahitan pada bagian kepala.
1. Dua anak korban kecelakaan mengalami trauma

Direktur RS Juwita, dr. Slamet Effendy. (IDN Times/Imam Faishal) Sementara itu, tiga korban lainnya menjalani observasi dan pemeriksaan CT Scan kepala. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi mereka dinyatakan baik sehingga tidak memerlukan tindakan operasi untuk cedera kepala.
Di balik kondisi fisik korban yang mulai membaik, kecelakaan tersebut juga menyisakan trauma psikologis, terutama bagi dua anak yang juga menjadi korban.
Slamet mengatakan, salah satu anak harus kehilangan ibunya akibat kecelakaan tersebut. Sementara satu anak lainnya juga masih mengalami trauma.
"Ya tentulah ya, terutama yang dua anak tadi, tentulah ya, kan satu ibunya meninggal, yang satu juga masih trauma," kata dia.
2. Empat korban berpeluang segera pulang

Truk molen tabrak warga yang berada di Halte Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Slamet berharap, keempat korban dapat segera diperbolehkan pulang dalam beberapa hari ke depan. Namun, keputusan mengenai waktu kepulangan sepenuhnya menjadi kewenangan dokter yang merawat masing-masing pasien.
"Mudah-mudahan dalam hari-hari ini insyaallah bisa pulang ya. Tapi pastinya dokter yang merawat nanti yang memberikan keputusan itu," katanya.
Selain empat orang yang dirawat di RS Juwita, terdapat juga dua korban luka lainnya dirawat di RS Siloam Bekasi Timur. Saat ini, seluruh korban luka masih mendapatkan perawatan medis.
3. Kronologi kecelakaan

Truk molen tabrak warga yang berada di Halte Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Diketahui, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan itu mengakibatkan 12 orang menjadi korban dan enam orang di antaranya tewas di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan sopir dan saksi yang telah dimintai keterangan, truk melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju Rawa Panjang.
Saat melintasi turunan jembatan, tepatnya di depan Universitas BSI, sopir diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan lantaran mekanisme pengereman tidak lagi berfungsi.
Sopir truk sempat mencoba memberhentikan kendaraannya dengan cara menabrak tembok gerbang Universitas BSI. Namun, percobaannya gagal sehingga truk bermuatan adonan semen itu langsung menghantam 12 korban yang berada di halte.
"Korban saat kejadian memang sedang menunggu bis di halte," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, Minggu (1/11/2026).
Adapun, pihak kepolisian juga telah menetapkan sopir truk molen berinisial T (58 tahun) sebagai tersangka.



















