Gema Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme di Bimtek Anggota DPRD PDIP

- Pemutaran lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' membuka Bimtek nasional PDIP sebagai simbol pengingat nilai perjuangan dan ideologi Marhaenisme bagi para kader DPRD periode 2024–2029.
- Djarot Saiful Hidayat menegaskan lagu tersebut wajib dinyanyikan dalam acara resmi partai karena mencerminkan semangat Bung Karno untuk berpihak pada rakyat kecil dan memperkuat komitmen ideologis kader.
- Lebih dari 600 anggota DPRD PDIP se-Indonesia mengikuti Bimtek di Jakarta yang juga menjadi ajang konsolidasi serta peneguhan nilai-nilai partai menjelang peringatan Bulan Bung Karno.
Jakarta, IDN Times – Suasana Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia masa bakti 2024-2029 di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) diwarnai pemutaran lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme.' Lagu tersebut diperdengarkan pada awal kegiatan saat sesi protokoler kepartaian sebagai bagian dari rangkaian menyambut Bulan Bung Karno.
Pemutaran lagu itu menjadi penanda upaya PDIP untuk kembali mengingatkan kader terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno. Melalui lirik yang menekankan persatuan dan semangat perjuangan rakyat Marhaen, lagu tersebut menggema di hadapan lebih dari 600 peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
1. Lagu jadi pengingat ideologi perjuangan kader

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, pemutaran kembali lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni acara. Menurut dia, lagu tersebut memiliki makna ideologis yang kuat bagi seluruh kader partai.
"Lagu ini adalah pengingat bagi kita semua, terutama para wakil rakyat yang baru dilantik bahwa esensi perjuangan PDI Perjuangan adalah memihak dan berjuang demi kepentingan rakyat kecil atau kaum Marhaen. Di Bulan Bung Karno ini, kita perkuat kembali komitmen kita untuk tegak lurus pada komando partai dan membumikan ajaran Bung Karno di setiap kebijakan yang kita ambil," kata Djarot.
Dia mengatakan, lagu tersebut menjadi bagian penting dalam protokol kepartaian dan harus terus dinyanyikan dalam setiap kegiatan resmi partai.
"Dalam setiap acara dengan protokol kepartaian, lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' wajib kita nyanyikan," kata Djarot.
Semangat yang terkandung dalam lagu itu sejalan dengan pesan yang selama ini terus disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati berulang kali mengingatkan seluruh kader agar selalu turun ke bawah dan menyatu dengan rakyat.
Bagi PDI Perjuangan, kedekatan dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan utama yang harus dimiliki setiap kader. Karena itu, kader tidak hanya dituntut memahami ideologi partai, tetapi juga mampu menunjukkan keberpihakan melalui kerja nyata dalam menyelesaikan persoalan rakyat.
2. Menghidupkan kembali semangat Marhaenisme

Lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' memuat pesan tentang persatuan rakyat dan kepatuhan terhadap garis perjuangan yang sama. Liriknya menempatkan Bung Karno sebagai tokoh sentral yang melahirkan ajaran Marhaenisme sebagai dasar perjuangan rakyat kecil.
Marhaenisme sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar dari pengalaman Bung Karno saat berada di tanah Priangan pada era 1920-an. Saat itu, Bung Karno bertemu seorang petani sederhana bernama Marhaen yang menggarap tanah miliknya sendiri menggunakan cangkul.
Meski memiliki alat produksi, petani tersebut tetap hidup dalam keterbatasan akibat sistem kolonial yang berlaku saat itu. Kisah tersebut kemudian memberi inspirasi bagi Bung Karno untuk menjadikan nama Marhaen sebagai simbol rakyat kecil yang tertindas namun memiliki kekuatan untuk bangkit.
Sejak saat itu, istilah Marhaenisme berkembang menjadi salah satu fondasi pemikiran Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.
3. Lebih dari 600 peserta hadir dalam bimtek nasional

Kegiatan pembukaan Pembekalan dan Bimbingan Teknis Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia dipimpin langsung oleh Djarot Saiful Hidayat.
Sejumlah jajaran DPP PDI Perjuangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu.
Bimtek ini menjadi forum konsolidasi bagi anggota legislatif PDI Perjuangan periode 2024-2029 dari seluruh Indonesia. Selain memperkuat kapasitas anggota DPRD, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai ideologi partai menjelang Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni.
Melalui pemutaran lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, partai berlambang banteng itu berharap semangat perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat kecil terus menjadi napas dalam setiap langkah politik para kadernya.















