Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gerindra Larang Anggotanya di DPR Dinas ke Luar Negeri

IMG_20250824_150348.jpg
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) periode 2025–2030 setelah terpilih secara aklamasi, Minggu (24/8/2025)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
Intinya sih...
  • Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, melarang anggotanya di parlemen untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
  • Anggota fraksi diminta tetap berada di Indonesia, turun langsung untuk berkomunikasi dan memahami keresahan masyarakat.
  • Budisatrio juga mengingatkan anggota DPR khususnya Fraksi Partai Gerindra untuk lebih peka dan berempati terhadap perasaan serta kepercayaan masyarakat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menginstruksikan seluruh anggotanya di parlemen untuk tidak melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Hal ini menyikapi rangkaian insiden yang terjadi selama sepekan terakhir.

Ia memerintahkan agar seluruh anggota fraksi tetap berada di Indonesia serta turun langsung untuk berkomunikasi dan memahami keresahan masyarakat saat ini.

“Saya tegaskan kepada seluruh anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, bahwa saat ini tidak ada satu pun anggota Fraksi yang diperbolehkan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri," kata Budisatrio dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Ia juga mengingatkan seluruh anggota DPR khususnya Fraksi Partai Gerindra untuk lebih peka dan berempati, agar tidak melukai perasaan serta kepercayaan masyarakat.

Dia menegaskan, kepercayaan rakyat merupakan amanah yang harus dijaga dan setiap anggota harus menjaganya dengan sikap, aksi, serta ucapan yang pantas.

"Sejalan dengan instruksi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto, semua anggota DPR harus hadir bersama rakyat, turun dan mendengarkan keluh kesah masyarakat,” tutur dia.

Budi juga menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam sejumlah aksi demonstrasi di berbagai daerah belakangan ini.

Ia menilai, rangkaian tragedi selama sepekan ini terjadi akibat akumulasi kekecewaan publik yang harus jadi momentum memperbaiki sistem dan tata kelola bernegara.

“Atas nama pribadi dan Fraksi Gerindra, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, baik di Jakarta, Makassar, maupun di kota-kota lainnya. Jatuhnya korban dalam insiden demonstrasi ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga duka bagi kita semua sebagai sebuah bangsa,” ujar Budisatrio.

Aksi demo besar-besaran berujung ricuh terjadi di sejumlah titik di ibu kota, di antaranya kawasan Kramat Kwitang dan Pasar Senen, Jakarta Pusat, juga depan Gedung DPR. Massa memblokir akses jalan, membakar pos polisi, serta merusak rambu lalu lintas di sekitar simpang Pasar Senen, pada Jumat (29/8/2025). Demo besar-besaran ini dipicu oleh kemarahan warga setelah seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Pada Jumat pagi, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 10.00 WIB.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us