Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

45 Orang Ditangkap di UEA karena Rekam Serangan Iran

45 Orang Ditangkap di UEA karena Rekam Serangan Iran
ilustrasi penangkapan (pexels.com/Servet photograph)
Intinya Sih
  • Polisi Abu Dhabi menangkap 45 orang, termasuk warga asing, karena merekam dan menyebarkan video serangan udara Iran yang dianggap menyesatkan publik di media sosial.
  • Para pelaku terancam hukuman penjara minimal satu tahun dan denda sekurang-kurangnya Rp461 juta atas penyebaran rekaman asli maupun palsu terkait serangan tersebut.
  • Pemerintah UEA dinilai ingin menjaga citra keamanan negara setelah beberapa hotel ikonik rusak akibat serangan Iran yang memicu gangguan penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA), pada Jumat (13/3/2026), mengumumkan telah menangkap 45 orang, termasuk warga negara asing, karena merekam serangan udara Iran dan mengunggahnya di media sosial.

Dilansir dari Anadolu, kepolisian Abu Dhabi mengatakan, orang-orang tersebut membagikan gambar, video, dan laporan yang tidak akurat yang dapat menggiring opini publik dan menyebarkan rumor. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk hanya mengandalkan sumber resmi dan menghindari membagikan lokasi kejadian.

1. Terancam penjara minimal satu tahun dan denda paling sedikit Rp461 juta

bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Saj Shafique)
bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Saj Shafique)

Menurut laporan kantor berita WAM, para terdakwa mengunggah video yang menampilkan rekaman asli sistem pertahanan udara yang mencegat rudal Iran dan serpihannya yang jatuh ke permukaan tanah. Selain itu, mereka juga menyebarkan rekaman palsu yang dibuat dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menunjukkan adanya ledakan, serangan terhadap landmark terkenal, atau kebakaran besar dengan asap mengepul di berbagai lokasi.

Rekaman lainnya bahkan mengklaim fasilitas militer di dalam negeri hancur atau mengaitkan peristiwa yang terjadi di luar negeri dengan lokasi di UEA dengan tujuan menyesatkan opini publik dan memicu kepanikan.

Dilansir dari The National, Jaksa Agung UEA, Hamad Al Shamsi mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat dikenai hukuman penjara minimal 1 tahun dan denda sekurang-kurangnya 100 ribu dirham UEA (sekitar Rp461 juta).

2. Penangkapan tersebut dinilai sebagai upaya untuk menjaga citra UEA

Dubai, Uni Emirat Arab
Dubai, Uni Emirat Arab (pexels.com/NYWREX FLORES)

Menurut CEO Detained in Dubai, Radha Stirling, UEA menindak orang-orang yang merekam rudal demi menjaga citra negara tersebut sebagai tempat yang aman bagi wisatawan. Selama bertahun-tahun, Dubai telah membangun reputasi sebagai destinasi yang glamor dan menarik bagi para ekspatriat yang mencari peluang bisnis maupun wisata.

Dilansir dari BBC, mengkritik pemerintah merupakan tindakan ilegal di UEA, dan negara tersebut menerapkan kontrol ketat terhadap arus informasi yang keluar. Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, Amnesty International, mengatakan bahwa UEA terus mengkriminalisasi hak atas kebebasan berekspresi melalui berbagai undang-undang dan menghukum mereka yang benar-benar atau diduga mengkritik pemerintah.

3. Sejumlah hotel di UEA rusak akibat serangan Iran

serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)

Konflik terbaru di Timur Tengah dimulai setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khameni, pada 28 Februari. Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset AS, termasuk UEA.

Beberapa bangunan paling ikonik di UEA mengalami kerusakan, termasuk hotel Fairmont The Palm di kawasan mewah Palm Jumeirah dan hotel Burj Al Arab. Penerbangan di seluruh Timur Tengah juga mengalami gangguan serius akibat konflik ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More