Comscore Tracker

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin Jakarta

Anies pernah jadi Ketua jubir Jokowi-JK dalam Pilpres 2014

Jakarta, IDN Times – Telah lebih dari setahun Anies Baswedan mengemban tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selama periode tersebut, banyak kebijakan yang dilaksanakannya, baik tindakan positif maupun yang mengudang kontroversi.

Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, pria 49 tahun ini pernah dipilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo pada periode 2014-2016.

Bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Anies akan menjadi pembicara dalam panel diskusi di Indonesia Millennial Summit (IMS) 2019 , Sabtu (19/1) di Hotel Kempinski, Jakarta.

Sebelum datang ke IMS 2019, yuk simak sekilas tentang Anies!

1. Rektor Universitas Paramadina selama 8 tahun

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaTwitter/@aniesbaswedan

Anies pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina pada 2007. Saat itu dia yang baru berumur 38 tahun dinobatkan sebagi rektor termuda di Indonesia. Jabatannya sebagai rektor berakhir pada 2015.

Saat menjabat, ia pernah mengusulkan akan membuat mata kuliah anti-korupsi. Menurutnya pendidikan anti-korupsi akan mampu memberantas korupsi. Hal tersebut diterapkan di kampus yang ia pimpin dengan bobot 2 satuan kredit semester (SKS).

“Kalau separuh mahasiswa di Indonesia belajar anti-korupsi, saya yakin barisan yang gencar memberantas korupsi akan meningkat secara signifikan,” kata Anies di penghujung 2008.

2. Penggagas gerakan Indonesia Mengajar dan TurunTangan

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaIDN Times/Gregorius Aryodamar

Ketika menjabat sebagai rektor, ia juga membuat dua gerakan sukarelawan bernama Indonesia Mengajar. Gerakan tersebut terinspirasi ketika ia berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Gerakan tersebut mengirim tenaga pengajar muda ke daerah-daerah yang membutuhkan tenaga pengajar.

“Kebutuhan guru atau tenaga pengajar selalu bertambah. Oleh karena itu, Indonesia Mengajar akan terus mengirim pengajar muda untuk memenuhi kebutuhan di daerah terpencil,” ujarnya seperti dilansir kantor berita Antara.

Selain menggagas gerakan Indonesia Mengajar pada 2009, Anies juga membuat gerakan TurunTangan pada 2013. TurunTangan merupakan sebuah organisasi yang bergerak dalam kegiatan sosial politik.

Baca Juga: Jokowi: Saya dan Pak Anies Tiap Ketemu Guyonan Bareng

3. Pernah jadi Ketua Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Pada 2013, Anies pernah ditunjuk sebagai ketua Komite Etik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut pembocor draft surat perintah penyidikan (sprindik) mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Komite tersebut terdiri dari dua internal KPK yakni Abdullah Hehamahua dan Bambang Widjojanto dan tiga orang eksternal KPK yakni Abdul Mukhtie Fajar, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Anies sendiri.

4. Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat 2014

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Ayah empat anak itu mengawali kariernya di dunia politik dengan mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Dia menilai konvensi yang dilakukan partai berlambang mercy saat itu lebih demokratis.

“Konvensi Demokrat lebih demokratis karena publik yang memilih,” kata Anies pada Januari 2014.

Sejumlah nama tercatat juga mengikuti konvensi tersebut yakni Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endiartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie, dan Sinyo Harry Sarundajang.

5. Ketua Juru Bicara Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaInstagram/@aniesbaswedan

Saat Pemlihan Presiden 2014, Anies menerima tawaran sebagai ketua Juru Bicara kampanye dari kubu Joko ‘Jokowi’ Widodo-Jusuf Kalla yang saat itu bertarung dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dirinya saat itu beralasan ingin mendorong orang baik untuk mengelola pemerintahan.

“(Jokowi-JK) adalah kombinasi pasangan yang lebih berpotensi menghadirkan kebaruan dan terobosan,” kata Anies saat itu.

Jokowi-JK pun memenangi Pilpres dengan raihan lebih dari 70 juta suara atau lebih dari 53 persen sedangkan Prabowo-Hatta hanya mampu meraih  lebih dari 62 juta suara atau lebih dari 46 persen.

Baca Juga: Bawaslu: Anies Baswedan Tidak Langgar Pidana Pemilu

6. Ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama 20 bulan

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin Jakarta(Anies Baswedan saat melayat ke rumah duka) IDN Times/Gregorius Aryodamar

Lantas Anies pun dimandatkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Kerja Jokowi-JK sejak 27 Oktober 2014. Anies menjabat selama 20 bulan sebelum akhirnya dicopot Jokowi untuk digantikan dengan Muhajir Effendy.

7. Mengalahkan petahana dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Tiga tahun setelah dicopot Jokowi, Anies kemudian maju sebagai salah satu calon Gubernur DKI Jakarta. Saat itu ia berpasangan dengan Sandiaga Uno untuk bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Dalam putaran pertama, Anies-Sandiaga hanya mampu berada di posisi kedua. Namun, dalam putaran kedua mereka mampu mengalahkan Ahok-Djarot yang merupakan calon petahana saat itu. Anies-Sandiaga mampu meraih lebih dari 3 juta suara atau 57,96 persen sedangkan Ahok-Djarot hanya mampu meraih lebih dari 2,3 juta suara atau setara 42,04 persen.

8. Indonesia Millennial Summit hadirkan lebih dari 50 pembicara

Anies Baswedan, Rektor Termuda Tanah Air yang Kini Pimpin JakartaIDN Times/Gregorius Aryodamar

Anies menjadi salah satu dari lebih dari 50 pembicara dari berbagai bidang dan latar belakang yang akan hadir dalam Indonesia Millennial Summit pada Sabtu, (19/1) di Hotel Kempinski, Jakarta.

Selain Anies, beberapa pembicara yang turut hadir diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, Maudy Ayunda, Najwa Shihab dan masih banyak lagi.

Dalam IMS 2019, IDN Times meluncurkan Indonesia Millennial Report 2019. Survei ini dikerjakan bersama oleh IDN Research Institute bekerjasama dengan Alvara Research Center. Melalui survei yang melibatkan 1400-an responden di 12 kota ini, IDN Times menggali aspirasi dan DNA millennial Indonesia. Simak hasilnya di IMS 2019, dan ikuti perkembangannya di situs kami ya.

Kamu tertarik ingin menjadi bagian dari IMS 2019? Buruan klik ims.idntimes.com untuk mendapatkan tiket IMS. Tiket terbatas!

Baca Juga: Umesh Phadke, Memimpin dengan Hati di Dunia Bisnis Asia

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You