"Jadi dengan satu video call yang benilai 0 rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan keluar negeri, dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama," ujar Dino, Minggu, 31 Mei 2026.
Habiburokhman: Dino Pernah Jadi Wamenlu, Harusnya Lebih Elegan

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menilai cara mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik Presiden Prabowo Subianto secara terbuka tidak elegan. Biar bagaimana pun, kata Habiburokhman, Dino pernah menjabat sebagai Wamenlu selama tiga bulan, sehingga ia seharusnya memberikan kesempatan kepada pejabat yang sedang bekerja saat ini.
"Beliau itu kan walau pun cuma tiga bulan jadi Wamenlu, tapi kan tetap mantan pejabat Kemenlu. Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat. Artinya, hormati orang yang saat ini menjabat untuk menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa membuat komen atau kritik yang tidak pas," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Habiburokhman kemudian memberikan contoh dirinya sendiri yang saat ini di parlemen dan juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR RI terdahulu seperti Bambang Pacul, Trimedya Panjaitan, Herman Herry, dan Benny K. Harman, tak pernah mengkritisinya secara terbuka di ruang publik. Anggota legislatif Gerindra dari Dapil DKI Jakarta itu mengklaim mantan Ketua Komisi III DPR RI tersebut menghormatinya sebagai pimpinan komisi yang saat ini menjabat.
"Saya pun juga kelak tidak lagi (menjabat) sebagai Ketua Komisi III DPR, saya gak akan mengintervensi dan mengolok-olok Ketua Komisi III DPR yang nanti menjabat," tutur dia.
Habiburokhman menilai cara komunikasi yang digunakan Dino tidak pas, sebab cara ia menyampaikan pesan di media sosial memicu publik membandingkan dengan pejabat sebelumnya.
1. Presiden AS diklaim tak pernah saling kritik di ruang publik

Lebih lanjut, Habiburokhman juga menyinggung kultur politik di Amerika Serikat (AS). Menurutnya, para mantan presiden di Negeri Paman Sam itu tak ada yang mengkritik secara terbuka presiden yang kini sedang berkuasa.
"Kita lihat misalnya di konteks yang lebih tinggi, di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. George Bush, misalnya, itu gak pernah mengkritik Obama secara terbuka, ya. Begitu juga mantan-mantan Presiden AS terhadap presiden AS yang saat ini menjabat," tutur dia.
Sementara, dari hasil penelusuran IDN Times, kenyataannya Obama pernah secara terbuka mengkritisi kebijakan Presiden Donald Trump pada periode pertama kepemimpinannya pada 2018. Dikutip dari situs media PBS, Obama secara terbuka untuk kali pertama mengkritisi Trump.
Ia menyebut Partai Republik serta Trump sebagai pembully dan sering bersikap diskriminatif. "Kita seharusnya melawan diskriminasi dan mengambil sikap tegas dan jelas melawan para simpatisan Nazi. Apa sih susahnya mengatakan Nazi itu jahat? Apa yang terjadi dengan Partai Republik? Mereka justru bergaul akrab dengan mantan kepala KGB (Badan Intelijen Rusia)," ungkap Obama pada 2018.
Presiden AS selama dua periode dari Partai Demokrat itu juga menyentil sikap Trump yang sering mengancam media. Ia mengambil contoh dirinya sendiri yang banyak mengeluhkan tayangan berita di stasiun Fox News.
"Tapi, saya jamin Anda tidak pernah mendengar saya mengancam untuk menutup mereka atau menyebut mereka (stasiun Fox News) sebagai musuh masyarakat," imbuh Obama.
Fox News sendiri kerap dianggap sebagai stasiun televisi yang memberikan liputan yang jauh menguntungkan Trump.
2. Habiburokhman nilai kritik Dino condong jadi serangan politik

Ketika ditanyakan apakah Gerindra memandang kritikan Dino sebagai olok-olok politik, Habiburokhman tak menampiknya. Malah, ia khawatir ada yang memandang kritik Dino sebagai serangan politik kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya khawatir akan ada yang mendefinisikan itu lebih sebagai serangan politik membabi buta dan olok-olok politik ya. Ini kan dapat dibedakan dengan misalnya teman-teman LSM yang mengkritik, itu silakan," katanya.
"Tapi, kalau seorang mantan Wamenlu tiga bulan ya menyampaikan kritik, hendaknya lebih elegan," imbuh Habiburokhman.
Ketika ditanyakan kembali apakah ada upaya dari Habiburokhman untuk duduk dan berdialog dengan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) itu, ia menepisnya. Alih-alih mengajak dialog, Habiburokhman membalas kritik Dino dengan mengkritisi balik di ruang terbuka.
"Saya pikir gak ada istimewanya juga Pak Dino. Semua orang sama, warga negara. Yang mau mengkritik ya silakan. Apakah penyampaiannya terbuka atau tertutup. Cuma Habiburokhman ini harus juga menyampaikan pendapatnya soal Pak Dino," tutur dia.
3. Dino Patti sarankan Prabowo kurangi frekuensi perjalanan ke luar negeri

Sebelumnya, lewat unggahan di media sosial, Dino Patti mengkritik keras tingginya frekuensi perjalanan luar negeri Prabowo, yang dinilai tidak lazim dan memicu pemborosan anggaran negara.
Dino memaparkan satu kali perjalanan internasional bisa menelan biaya hingga ratusan miliar rupiah, karena mencakup logistik rombongan yang besar. Guna menghemat anggaran, dia memberikan lima saran konkret, salah satunya mengoptimalkan teknologi komunikasi dan mencontoh efisiensi kepala negara lain, seperti Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.


















