Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hasil Ratas Penanganan Banjir: Pemprov DKI Normalisasi Kali hingga OMC

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai rapat terbatas penangan banjir di Balai Kota
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai rapat terbatas penangan banjir di Balai Kota, Jumat (23/1/2025)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
Intinya sih...
  • Normalisasi Kali Ciliwung: Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi Kali Cakung Lama untuk mengatasi penyempitan yang menyebabkan banjir.
  • Intensitas hujan tertinggi: Pada 18 Januari 2026, intensitas hujan mencapai 267 milimeter per hari, angka yang sangat tinggi dan jarang terjadi di Jakarta.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar rapat terbatas tentang mitigasi dan penanganan banjir di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2025).

Pramono mengatakan, sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta juga sudah menggelar rapat secara khusus yang berkaitan dengan penanganan banjir sejak 12, 18, dan 22 Januari. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi banjir ke depan.

"Maka kami dalam rapat tadi merumuskan apa yang sudah dibakukan menjadi standard operating procedure yang ada di DKI Jakarta yang melibatkan (Dinas) Sumber Daya Air, Wali Kota, Bupati, seluruh jajaran yang ada agar penanganan yang menyangkut persoalan banjir ini bisa segera teratasi," kata Pramono di Balai Kota, Jumat (23/1/2026).

1. Normalisasi Kali Ciliwung

Banjir di Cilincing Jakarta Utara, Jumat (23/1/2025)/IDN Times Dini Suciatiningrum
Banjir di Cilincing Jakarta Utara, Jumat (23/1/2025)/IDN Times Dini Suciatiningrum

Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi Kali Cakung Lama karena salah satu masalah banjir disebabkan adanya penyempitan jalur sungai tersebut.

"Memang salah satu persoalan yang ada adalah bottleneck ataupun penyempitan yang terjadi di beberapa sungai yang harus dilakukan normalisasi, termasuk saya sudah menyetujui secara prinsip untuk dilakukan normalisasi di Sungai Cakung Lama," ucap Pramono.

2. Intensitas hujan tertinggi pada 18 Januari

Ilustrasi Banjir Jakarta.
Ilustrasi banjir Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono mengatakan, intensitas cuaca tertinggi di Jakarta, terjadi pada 18 Januari 2026 yang mencapai 267 milimeter per hari. Pramono menilai, angka tersebut sangat tinggi dan jarang terjadi di Jakarta.

"Tanggal 12, 18 dan tanggal 22, sebenarnya puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu," ujar dia.

3. OMC digelar tiga kali

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)

Selain itu, Pemprov DKI juga telah memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca sampai 27 Januari dari sebelumnya hanya 23 Januari. Selain itu, frekuensi OMC juga ditambah menjadi tiga kali sehari.

"Sekarang setiap hari sudah menerbangkan tiga, artinya memang modifikasi cuaca yang dilakukan karena budget-nya sudah tersedia, bahkan budget-nya kita sediakan sampai dengan 30 hari ke depan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

PSI: Pidato Prabowo di WEF Swiss Kukuhkan Capaian Penting Indonesia

23 Jan 2026, 20:39 WIBNews