Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Komponen Penting Pemadaman Karhutla Menurut Menhut Raja Juli

5 Komponen Penting Pemadaman Karhutla Menurut Menhut Raja Juli
Menhut Raja Juli Antoni saat konferensi pers pengendalian kebakaran hutan, Selasa (1/9/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan karhutla menurun setelah pemadaman Agustus, dengan pengendalian mengandalkan lima komponen yang harus berjalan beriringan.
  • Pemerintah memakai operasi modifikasi cuaca, 53 armada udara termasuk waterbombing, serta satgas darat yang dinilai lebih efektif menjangkau dan memadamkan luas kebakaran.
  • Penegakan hukum mencatat 89 tersangka, 30 kasus diproses Kementerian Kehutanan, dan sanksi untuk pemegang izin; masyarakat diminta mencegah pemicu api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan penurunan, setelah dilakukan upaya pemadaman selama Agustus 2026. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyebut terdapat lima komponen penting yang harus berjalan beriringan untuk menekan karhutla.

Raja Juli menyebut komponen ini tidak hanya mengandalkan pemadaman api, tetapi juga pencegahan, penegakan hukum, hingga peran masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Pers Pengendalian Kebakaran Hutan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

  1. 1. Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan

    Persiapan dan briefing teknis di Bandara Raden Inten II, Lampung, sebelum pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Lampung Timur
    Persiapan dan briefing teknis di Bandara Raden Inten II, Lampung, sebelum pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Lampung Timur, Kamis (27/8). (Dok. BNPB)

    Raja Juli menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu upaya utama pemerintah dalam menghadapi karhutla. OMC dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan hujan di wilayah yang membutuhkan pelembapan.

    Raja Juli juga mengatakan OMC penting untuk menjaga kelembapan serta mempertahankan tinggi muka air tanah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

    “Meskipun nanti di suatu tempat tidak terkena karhutla tapi ada potensi awan hujan di sana, kita tetap melakukan OMC. Supaya tetap ada pelembapan, tetap menjaga tinggi muka air tanah, sehingga mengurangi potensi akan terjadinya kebakaran hutan,” ungkapnya.

  2. 2. Waterbombing untuk menjangkau titik api

    Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Raja menyebutkan komponen kedua adalah waterbombing atau pemadaman yang dilakukan dari udara menggunakan bantuan pesawat. Menurutnya, pemerintah telah mengerahkan 53 armada udara untuk berbagai kebutuhan, mulai dari patroli, OMC, hingga waterbombing.

    Namun, efektivitas waterbombing tetap bergantung pada kondisi di lapangan. Berdasarkan evaluasi di Sumatra Selatan yang disampaikan Menteri Kehutanan, pemadaman dari udara memiliki kemampuan jangkauan yang berbeda dibandingkan pasukan darat.

    “Dan saya membaca dari media, dari Pak Menhan, akan ada bantuan dari Jepang dan ada pesawat sewa yang akan datang juga dari Rusia, yang akan masuk ke Sumsel minggu-minggu ini, disewa oleh BNPB. Jadi apapun kekuatan yang memang memungkinkan kita untuk melakukan pemadaman kartera ini, akan kita lakukan secara maksimum,” tegasnya.

  3. 3. Satgas Darat jadi peran utama pemadaman

    5 Komponen Penting Pemadaman Karhutla Menurut Menhut Raja Juli
    Satgas Darat saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau. (Dok. BNPB)

    Raja Juli juga menyebut Satgas Darat lebih efektif dalam memadamkan api dibanding waterbombing. Menurutnya, waterbombing hanya mampu memadamkan 2,5 hektare saja, sedangkan Satgas Darat mampu memadamkan hingga 17,5 hektare.

    Raja Juli menyebutkan satuan tugas darat ini melibatkan TNI, Polri, BNPB, pemadam kebakaran, hingga Manggala Agni Kementerian Kehutanan.

    “Itu menjadi tulang punggung ketika OMC tidak ada, ketika potensi awan hujan tidak ada. Waterbombing tetap dilakukan, tapi sekali lagi kalau dianggap tidak efektif, makanya pasukan darat ini yang akan menjadi sangat penting, menjadi tulang punggung untuk melakukan pemadaman,” ungkapnya.

  4. 4. Penegakan hukum untuk menindak pelaku

    Ilustrasi hukum. (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi hukum. (IDN Times/Mardya Shakti)

    Raja Juli juga menegaskan pemadaman tidak cukup dilakukan dengan mengatasi api. Pemerintah juga menempatkan penegakan hukum sebagai salah satu komponen penting untuk mencegah karhutla berulang.

    Ia menyebut kepolisian telah menetapkan 89 tersangka dalam kasus karhutla. Kementerian Kehutanan juga tengah memproses 30 kasus dugaan tindak pidana. Pengawasan terhadap pemegang perizinan berusaha dilakukan.

    “Ada 52 pemegang PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan) yang juga sudah diberikan peringatan, pengawasan secara intensif, dan enam di antaranya sudah diberikan sanksi berat, termasuk saya minta diteruskan, tidak hanya sanksi administratif, pencabutan dan sebagainya, tapi juga bila ada potensi pidananya, mohon diteruskan kepada Gakkum,” ujarnya.

  5. 5. Komponen paling penting adalah kesadaran masyarakat

    5 Komponen Penting Pemadaman Karhutla Menurut Menhut Raja Juli
    ilustrasi rokok (pexels.com/Kseniya Korotkaya)

    Raja Juli mengungkapkan berbagai upaya pemadaman tersebut akan sulit maksimal, jika masyarakat masih melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan di kondisi lahan yang sangat kering dapat memicu kebakaran.

    Selain itu, penggunaan obat nyamuk yang tidak dipadamkan hingga aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar juga menjadi perhatian.

    “Karena itu saya minta kepada teman-teman media untuk juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar komponen tadi berjalan beriring sehingga September nanti di puncak karhutla kita akan terhindar dari malapetaka,” tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More