Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov Kalteng Bagikan Masker Gratis, Siapkan Rumah Oksigen

Pemprov Kalteng Bagikan Masker Gratis, Siapkan Rumah Oksigen
Pemprov Kalteng sediakan Rumah Oksigen dan bagikan masker bagi masyarakat. (Dok. Pemprov Kalteng)
  • Pemprov Kalimantan Tengah menyiapkan Rumah Oksigen dan membagikan masker gratis pada 31 Agustus 2026 untuk mengurangi dampak kabut asap karhutla terhadap kesehatan warga.
  • Kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia, menjadi prioritas. Pemerintah juga meminta pendataan warga dengan asma atau ISPA untuk menentukan penerima layanan dan bantuan kesehatan.
  • Rumah Oksigen menyediakan oksigen, nebulizer, tenaga medis, dan ruang istirahat. Ribuan masker didistribusikan ke sekolah, pasar, terminal, serta permukiman oleh ASN, relawan, dan tim kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya untuk menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan menyiapkan “Rumah Oksigen” serta membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga sekaligus memastikan pemerintah hadir secara cepat di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap gangguan pernapasan.

Dalam menjalankan upaya tersebut, Pemprov Kalteng berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI-Polri, serta berbagai organisasi masyarakat dan perguruan tinggi.

  1. 1. Kelompok lanjut usia dan anak-anak jadi perhatian utama

    Petugas Pemprov Kalteng menyediakan Rumah Oksigen dan membagikan masker kepada masyarakat sebagai layanan kesehatan.
    Pemprov Kalteng sediakan Rumah Oksigen dan bagikan masker bagi masyarakat. (Dok. Pemprov Kalteng)

    Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia), menjadi perhatian utama karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

    “Di saat udara terasa berat, tugas kita adalah memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, memeluk, dan menjaga,” ujar Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (5/9/2026).

  2. 2. Rumah oksigen dilengkapi fasilitas kesehatan

    Masker dibagikan kepada masyarakat oleh Pemprov Kalteng dalam layanan Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah.
    Pemprov Kalteng sediakan Rumah Oksigen dan bagikan masker bagi masyarakat. (Dok. Pemprov Kalteng)

    Rumah Oksigen merupakan posko kesehatan darurat yang disiapkan untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Posko tersebut dilengkapi oksigen, nebulizer, tenaga medis, serta ruang istirahat.

    Agustiar meminta warga yang mengalami sesak napas akibat asap untuk tidak ragu mendatangi Rumah Oksigen dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

    “Saya tidak ingin ada ibu yang harus menahan tangis karena anaknya batuk sepanjang malam tanpa tempat bernapas lega. Silakan datang ke Rumah Oksigen, di sana ada kami, ada tenaga kesehatan, ada oksigen untuk membantu,” kata dia.

  3. 3. Ribuan masker dibagikan di sejumlah lokasi

    Gubernur Kalimantan Tengah menyalurkan air bersih kepada warga dalam kegiatan distribusi bantuan di wilayah setempat.
    Gubernur Kalteng distribusikan air bersih untuk warga. (Dok. Pemprov Kalteng)

    Selain menyiapkan Rumah Oksigen, Pemprov Kalteng juga mengerahkan armada untuk membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat.

    Masker didistribusikan ke berbagai lokasi, mulai dari sekolah, pasar, terminal, hingga permukiman warga. Proses pembagian melibatkan aparatur sipil negara (ASN), relawan, dan tim kesehatan.

    “Kami bagikan masker bukan sekadar simbol. Ini bentuk perlindungan paling dasar. Kalau kita belum bisa menghentikan asap hari ini, minimal kita bisa menjaga paru-paru masyarakat hari ini,” ujar Agustiar.

    Agustiar juga meminta seluruh kepala daerah, camat, dan lurah untuk aktif mendata warga yang memiliki penyakit bawaan, seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Data tersebut akan digunakan untuk menentukan prioritas penerima layanan di Rumah Oksigen serta bantuan kesehatan lanjutan. Intinya, warga Kalteng tak perlu ragu berobat ke sana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More