Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Soetta Ditutup, Ada Potensi Dampak Berantai Erupsi Anak Krakatau

Soetta Ditutup, Ada Potensi Dampak Berantai Erupsi Anak Krakatau
ilustrasi jadwal penerbangan (vecteezy.com/Phichat Phruksarojanakun)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menutup sementara bandara udara Soekarno-Hatta hingga pukul 05.30 WIB, Minggu (6/9/2026) imbas letusan Gunung Anak Krakatau. Keputusan diambil demi keselamatan penerbangan. Ada 33 jadwal penerbangan baik dalam dan luar negeri yang terpaksa ditunda keberangkatannya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, penutupan dilakukan mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.

"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai," kata Lukman.

Menurutnya, penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Lukman mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan jadwal.

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan dan BMKG dan pihak terkait lainnya serta menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan terhadap operasional penerbangan. Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Sabtu (5/9/2026).

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More