Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ikan Sapu-sapu Diburu, Dinas KPKP Siapkan Titik Operasi di Jakarta

Ikan Sapu-sapu Diburu, Dinas KPKP Siapkan Titik Operasi di Jakarta
Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Dinas KPKP DKI Jakarta memperluas operasi pembersihan ikan sapu-sapu di sungai sesuai arahan Gubernur Pramono Anung, dengan penentuan titik dan jadwal yang masih dikonsolidasikan.
  • Ikan sapu-sapu hasil tangkapan wajib dimatikan sebelum dikubur agar tidak disalahgunakan, dengan penguburan dilakukan di lokasi terdekat seperti bantaran Banjir Kanal Barat.
  • Gubernur Pramono Anung akan menggelar rapat khusus bersama seluruh wali kota untuk membahas strategi penanganan ikan sapu-sapu yang mengganggu ekosistem sungai Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, memastikan operasi pembersihan ikan sapu-sapu di sungai Jakarta akan diperluas menyusul arahan Gubernur DKI Pramono Anung.

Saat ini, jajarannya masih melakukan konsolidasi dengan wilayah untuk penentuan titik dan jadwal pelaksanaan.

“Lagi konsolidasi. Sekarang kami persiapkan dengan wilayah. Nanti kami kabari jadwalnya,” kata Hasudungan saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).

1. Harus sesuai prosedur

Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia.
Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)

Ia juga menegaskan, penanganan ikan sapu-sapu memiliki prosedur khusus. Ikan hasil tangkapan harus dipastikan mati terlebih dahulu sebelum dikubur. Dia menerangkan, ikan sapu-sapu mempunyai kemampuan tinggi untuk bertahan hidup.

"Jadi dipastikan dulu mati baru dikubur. Serta diupayakan tempat penguburannya di lokasi yang representatif agar bangkai ikan tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

2. Tangkapan ikan sapu-sapu dikubur setelah dimatikan

Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia.
Petugas Gabungan Gelar Kerja Bakti Tangkap Ikan Sapu-sapu di depan Kali Mal Plaza Indonesia. (Dok. Pemkot Jakpus)

Hasudungan memastikan, ikan sapu-sapu hasil tangkapan di Kali Cideng depan Plaza Indonesia telah dikubur. Awalnya, penguburan direncanakan di lahan milik dinas di Pusat Promosi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.

Namun karena jumlah ikan yang tertangkap tidak banyak, penguburan dilakukan di lokasi terdekat, yakni di bantaran Banjir Kanal Barat wilayah Kebon Melati, Tanah Abang.

“Rencana awal di lahan milik DPKP yaitu di Pusat Promosi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan di daerah Ciganjur tapi karena yang dapat hanya sedikit dikuburkan di lokasi terdekat yaitu di dekat BKB," katanya

3. Pramono akan gelar rapat khusus basmi ikan sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Halal Bihalal di Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Halal Bihalal di Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus bersama seluruh wali kota untuk membahas penanganan ikan sapu-sapu yang dinilai telah mengganggu ekosistem sungai di Ibu Kota.

“Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu tidak, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).

Ia mencontohkan penanganan ikan sapu-sapu yang dilakukan di kawasan Plaza Indonesia sebagai model yang nantinya bisa diterapkan di lokasi lain

“Penanganan ikan sapu-sapu yang dilakukan di depan Plaza Indonesia itu sebagai contoh role model penanganan nanti di tempat lain,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More