Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR)
Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan anggaran sebesar Rp13,2 miliar untuk penanganan gempa NTT yang mencakup dukungan logistik, tindak lanjut penyaluran bantuan, operasional dapur umum, serta rencana santunan korban. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi salah satu prioritas Kemensos selama masa tanggap darurat.
“Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dapur umum kita siapkan, logistik terus kita gerakkan, dan tim di lapangan terus melakukan asesmen. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), TNI/Polri, dan seluruh unsur yang ada untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul kepada wartawan.
Sejauh ini, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah terdampak, antara lain di wilayah Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan selanjutnya direncanakan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp15 juta atau total Rp810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp5 juta dengan total Rp995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.