Kemensos Gelontorkan Rp13,2 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT

- Kemensos mengalokasikan Rp13,21 miliar untuk penanganan gempa NTT, mencakup logistik, penyaluran bantuan, operasional dapur umum, dan rencana santunan korban.
- Dapur umum Kemensos di Aesesa, Nagekeo, menyiapkan 750–1.000 porsi pada hari pertama dan ditargetkan memproduksi sekitar 3.000 bungkus makanan per hari sesuai kebutuhan pengungsi.
- Kemensos telah mendirikan dapur umum di Manggarai, Sikka, dan Nagekeo, menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal serta 199 korban luka setelah data diverifikasi.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial menggelontorkan anggaran Rp13.212.939.379 (Rp13 miliar) untuk penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggaran tersebut mencakup dukungan logistik, tindak lanjut penyaluran bantuan, operasional dapur umum, serta rencana santunan korban.
Selain itu, anggaran juga untuk dapur umum yang melayani kebutuhan permakanan korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).
Dapur umum yang berada di Kecamatan Aesesa tersebut pada hari pertama menyiapkan sekitar 750 hingga 1.000 bungkus makanan untuk makan malam warga.
Kemensos juga meningkatkan pelayanan akan ditingkatkan menjadi tiga kali memasak dalam sehari. Setiap kali memasak ditargetkan menghasilkan sekitar 1.000 bungkus makanan atau sekitar 3.000 bungkus dalam sehari. Jumlah produksi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga di pengungsian.
1. Kebutuhan dasar warga terpenuhi

Kemensos salurkan bantuan ke NTT, Sabtu (15/8/2026). (Dok. Kemensos) Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi salah satu prioritas Kemensos selama masa tanggap darurat.
“Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dapur umum kita siapkan, logistik terus kita gerakkan, dan tim di lapangan terus melakukan asesmen. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), TNI/Polri, dan seluruh unsur yang ada untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul.
2. Kebutuhan dasar warga telah dibangun dapur umum

Kemensos bangun dapur umum di NTT, Minggu (16/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Sebelum dapur umum Kemensos beroperasi, kebutuhan makanan warga telah dibantu dapur umum Koramil dengan produksi sekitar 600 bungkus. Kehadiran dapur umum Kemensos menambah dukungan permakanan bagi masyarakat yang masih bertahan di pengungsian.
Selain pelayanan dapur umum, bantuan untuk Nagekeo terus digerakkan. Berdasarkan data terakhir, sebanyak 1.000 paket sembako dialokasikan untuk Kabupaten Nagekeo. Nagekeo juga menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan dari tambahan 48 ton beras reguler yang disiapkan Kemensos untuk wilayah terdampak di NTT.
3 Kemensos dirikan dapur umum di tiga wilayah

Kemensos salurkan bantuan ke NTT, Sabtu (15/8/2026). (Dok. Kemensos) Bantuan dari Sentra Efata Kupang juga telah dikirimkan ke Nagekeo berupa kebutuhan pengungsian dan kebutuhan dasar seperti tenda, velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.
Secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan selanjutnya direncanakan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp15 juta atau total Rp810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp5 juta dengan total Rp995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.






















