Kapolri Cek Wisata, Bali Low Season tapi Kunjungan Naik Tipis

- Kapolri Listyo Sigit meninjau wisata nasional lewat Command Center ITDC Bali dan mencatat kenaikan kunjungan domestik 1,49 persen meski sedang low season.
- Ia meminta para Kasatwil tetap siaga di titik wisata seperti Bali, Malioboro, Pangandaran, Puncak, Anyer, dan Ancol untuk menjaga keamanan pengunjung.
- Kapolri menekankan pentingnya manajemen waktu pengamanan serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca buruk di wilayah timur dan area penyeberangan.
Jakarta, IDN Times - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi wisata nasional melalui 91 Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/3/2026). Dia mencatat adanya kenaikan jumlah wisatawan domestik di sejumlah daerah.
Meski Bali tengah memasuki periode low season, angka kunjungan tercatat naik sebesar 1,49 persen. Peningkatan juga terjadi di Yogyakarta dan Jawa Barat.
“Baru saja kita melaksanakan video conference serentak untuk memantau pergerakan masyarakat yang berwisata. Di beberapa wilayah seperti Malioboro (Yogya), Pangandaran, serta wilayah Puncak, angka wisatanya cukup meningkat,” kata dia, Selasa.
1. Minta para Kasatwil tidak lengah

Sejumlah titik wisata yang dipantau meliputi kawasan Bali, Malioboro di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pangandaran, kawasan Puncak Bogor, Pantai Anyer, hingga Ancol.
Dengan kondisi yang ada, dia meminta para Kasatwil tidak lengah dan memastikan kehadiran personel di titik-titik keramaian guna menjamin keamanan pengunjung.
2. Pentingnya manajemen waktu pengamanan

Selain itu, Listyo menekankan pentingnya manajemen waktu pengamanan. Hal ini berkaitan dengan potensi pertemuan antara arus balik pekerja dengan masyarakat yang masih berwisata.
“Kita minta untuk mempersiapkan pengamanan, utamanya ketepatan waktu. Karena ada arus balik yang mengarah ke Bali untuk bekerja, namun di sisi lain masih ada tambahan wisatawan yang belum selesai masa liburnya. Ini bagian yang harus kita amankan,” katanya.
3. Ingatkan potensi cuaca buruk

Dia mengingatkan potensi cuaca buruk, terutama di wilayah Indonesia bagian Timur. Personel di lapangan diminta siaga, khususnya di titik penyeberangan, untuk mengantisipasi hujan lebat dan gelombang tinggi.
“Kita minta semua anggota betul-betul mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang tidak baik, sehingga rekayasa dan pengaturannya bisa lebih baik dalam kondisi cuaca ekstrem yang tidak kita inginkan,” ujanya.


















