Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Nyaman, Layanan Haji Reguler di Mina Dinilai Kian Manusiawi

Jemaah Nyaman, Layanan Haji Reguler di Mina Dinilai Kian Manusiawi
Di tengah padatnya rangkaian puncak ibadah haji di Mina, kenyamanan jemaah haji Indonesia menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk jemaah reguler disebut semakin baik dan memberi rasa aman, terutama bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik. (Dok. DPR RI)
Intinya Sih
5W1H
  • Pelayanan haji reguler di Mina tahun ini dinilai makin manusiawi dengan fasilitas lebih baik, seperti AC, tempat tidur, dan toilet yang memadai bagi jemaah termasuk lansia.
  • Layanan kesehatan diperkuat lewat pemantauan aktif tenaga medis serta penyediaan mobil golf untuk membantu jemaah lanjut usia menuju area lempar jumrah.
  • Penempatan maktab jemaah reguler yang dekat dengan lokasi jumrah diapresiasi karena mengurangi kelelahan, dan diharapkan terus dipertahankan serta ditingkatkan pada penyelenggaraan berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

IDN Times, Makkah - Di tengah padatnya rangkaian puncak ibadah haji di Mina, kenyamanan jemaah haji Indonesia menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk jemaah reguler disebut semakin baik dan memberi rasa aman, terutama bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik.

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan hal itu usai meninjau langsung pelayanan jemaah di Maktab 14 kawasan Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Kamis (28/5/2026) malam bersama Rieke Diah Pitaloka.

Dalam peninjauan yang dilakukan sekitar pukul 23.00 waktu setempat itu, Bambang mengaku mendapat banyak respons positif dari jemaah terkait pelayanan yang mereka terima selama berada di Mina.

“Alhamdulillah, mereka mengatakan pelayanannya seperti bintang lima. Jadi walaupun mereka membayar reguler, tapi mereka merasa pelayanannya bagus,” ujar Bambang.

1. Peningkatan pelayanan tampak dari berbagai fasilitas dasar

Ilustrasi ibadah haji (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi ibadah haji (IDN Times/Sunariyah)

Ia menilai peningkatan pelayanan terlihat dari berbagai fasilitas dasar yang kini lebih tertata, mulai dari pendingin ruangan (AC), tempat tidur, hingga jumlah toilet dan kamar mandi yang dianggap cukup memadai untuk kebutuhan jemaah.

Menurutnya, kondisi tersebut penting untuk menjaga kenyamanan jemaah di tengah cuaca panas dan aktivitas ibadah yang sangat padat selama di Mina.

Tak hanya fasilitas penginapan, konsumsi jemaah juga dinilai cukup baik. Bambang menyebut makanan yang disediakan sudah memenuhi kebutuhan gizi jemaah. Meski demikian, ia mencatat adanya masukan dari jemaah agar porsi sayur hijau dapat ditambah pada penyelenggaraan haji berikutnya.

“Tadi kita tanyakan gizinya cukup baik, sehingga tidak ada yang dikeluhkan oleh mereka. Jemaah hanya mengeluhkan masalah sayur saja, di mana sayur hijau itu perlu ditambah lagi pada tahun-tahun depan,” katanya.

2. Layanan kesehatan juga menjadi perhatian utama

ilustrasi kesehatan (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi kesehatan (pexels.com/Thirdman)

Di sisi lain, layanan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Bambang mengatakan para dokter dan tenaga kesehatan aktif memantau kondisi jemaah sehingga membuat mereka merasa lebih aman selama menjalani ibadah.

Pelayanan yang paling dirasakan manfaatnya oleh jemaah lanjut usia ialah keberadaan mobil golf yang disiapkan menuju area lempar jumrah. Fasilitas tersebut membantu jemaah yang tidak mampu berjalan jauh menuju Jamarat yang berjarak sekitar tiga kilometer dari tenda penginapan.

Golf car ini memberikan pelayanan untuk orang-orang tua, ibu-ibu, dan sebagainya yang tidak kuat untuk menuju ke tempat lempar jumrah,” ujarnya.

3. Ke depan akan dipertahankan dan ditingkatkan

Ilustrasi rangkaian ibadah haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
Ilustrasi rangkaian ibadah haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Selain itu, Bambang juga mengapresiasi penempatan maktab jemaah reguler yang dinilai relatif dekat dengan lokasi lempar jumrah. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu faktor penting yang membantu mengurangi kelelahan jemaah pada fase paling padat dalam pelaksanaan haji.

“Ini yang menurut saya sangat bagus, untuk ke depannya bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tuturnya. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro

Related Articles

See More