BMKG Deteksi Ada Siklon Tropis Jangmi, Apa Itu?

- BMKG mendeteksi terbentuknya Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina yang berasal dari perkembangan sistem 99W sejak 27 Mei 2026.
- Siklon ini menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, serta gelombang tinggi di beberapa perairan timur Indonesia.
- BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaut untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dengan terus memantau informasi resmi.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Jangmi. Siklon ini terbentuk dari berkembangnya Siklon Tropis 99W yang sudah dipantau sejak (27/5/2026) pukul 07.00 WIB dengan kecepatan angin maksimum.
"Saat ini, Siklon Tropis JANGMI berada di Laut Filipina timur Filipina," tulis akun Instagram @infoBMKG, dikutip Jumat (28/5/2026).
1. Sebabkan dampak tidak langsung

Meski lokasinya masih berdada di Filipina, BMKG juga menyampaikan adanya dampak tidak langsung adanya Siklon Tropis Jangmi.
Untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
2. Ada gelombang setinggi 2.5 meter

Selain itu, dampak tidak langsung lainnya ke Indonesia adalah munculnya gelombang setinggi 1.25-2.5 meter. Gelombang tersebut diperkirakan terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauan Talaud.
Selain itu, gelombang tinggi akibat adanya Siklon Tropis Jangmi diperkirakan terjadi di Laut Maluku, Perairan Raja Ampat, Perairan utara Manokwari dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua.
3. Masyarakat diimbau waspada

Masyarakat yang berada di daerah pesisir dan sedang melakukan pelayaran diimbau waspada terhadap berbagai perubahan cuaca, mulai dari hujan hingga gelombang tinggi. BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi yang bersumber resmi.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," tulis BMKG.


















