Viral Video Eks PJLP DLH Jakpus Diduga Akhiri Hidup di Jembatan Cawang

- Sebuah video viral memperlihatkan pria diduga eks PJLP Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ditemukan meninggal di bawah Jembatan Cawang, dengan motor dan rompi dinas tertinggal di lokasi.
- Humas DLH DKI Jakarta membenarkan korban bernama Iwan, pernah bekerja sebagai kru PSLB3 Sudin LH Jakarta Pusat namun telah mengundurkan diri sejak 1 September 2023.
- Korban kini sudah ditangani keluarga setelah dibawa ke RS Polri, sementara Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengalami masalah kejiwaan untuk mencari bantuan profesional di fasilitas kesehatan terdekat.
Jakarta, IDN Times - Sebuah video yang menarasikan seorang pria diduga pegawai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta nekat mengakhiri hidupnya di atas Jembatan Cawang, Jumat (29/5/2026), viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat sudah dalam posisi telungkup di bawah jembatan di tengah jalan raya. Sementara itu, sepeda motor miliknya masih berada di atas jembatan.
Di dalam jok sepeda motor berwarna hitam tersebut ditemukan rompi oranye bertuliskan “Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat”
1. Pernah bekerja sebagai kru di Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat

Saat dikonfirmasi, Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, membenarkan bahwa pria tersebut pernah bekerja sebagai PJLP di lingkungan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
“Korban atas nama Iwan. Pernah bekerja di Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) sebagai kru di Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat,” kata Yogi, Jumat (29/5/2026).
2. Korban sudah tidak bekerja di DLH

Namun, Yogi menjelaskan, yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat sejak 1 September 2023 karena mengundurkan diri.
“Saat ini yang bersangkutan sudah tidak bekerja di Sudin LH Jakarta Pusat sejak 1 September 2023 karena mengundurkan diri,” ujarnya.
3. Korban sudah dalam penanganan keluarga

Yogi juga menyampaikan korban telah dibawa ke RS Polri dan saat ini penanganannya sudah dilakukan pihak keluarga.
“Informasi terakhir yang bersangkutan sudah di RS Polri dan sudah diurus pihak keluarga,” ucap dia.
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.
Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.


















