Kemenag Gelontorkan Rp6,4 M untuk 64 Madrasah Terdampak Banjir di Sumbar

- Kemenag pastikan KBM madrasah di Sumatra Barat berjalan sesuai jadwal
- Kemenag berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas madrasah
- Madrasah di Sumatra Utara gelar KBM sambil berbenar
Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama telah menyalurkan bantuan penanganan dampak banjir sebesar Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah dan RA di Sumatra Barat. Setiap lembaga menerima Rp100 juta yang dialokasikan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.
Lebih lanjut, bantuan tersebut didistribusikan ke 22 madrasah negeri dengan total Rp2,2 miliar, 29 madrasah swasta sebesar Rp2,9 miliar, dan 13 RA senilai Rp1,3 miliar. Di lokasi terdampak seperti MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, dana ini dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar.
“Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, saat meninjau KBM di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, Kabupaten Agam, dikutip dari keterangan pers, Rabu (7/01/2026).
1. Manfaatkan masjid, Kemenag pastikan KBM madrasah di Sumatra Barat berjalan sesuai jadwal

Lebih jauh, Salah satu madrasah yang mendapat perhatian adalah MTs Selasar Air, yang gedungnya hanyut tak tersisa sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dilaksanakan di area masjid. Kendati demikian, Kemenag pastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal yaitu dimulai sejak Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Amien, madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh. "Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran," tegasnya.
2. Kemenag berkomitmen terus perbaiki fasilitas madrasah

Dalam kunjungannya Amien juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit. Semangat gotong royong ini dianggap mempercepat proses pemulihan.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana," pungkas Amien.
Kemenag disebut terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
3. Madrasah di Sumatra Utara gelar KBM sambil berbenah

Pelaksanaan KBM di madrasah wilayah Sumatra Utara juga telah aktif kembali sejak Senin, 5 Januari 2026, termasuk di satuan pendidikan yang terdampak banjir. Guru dan siswa tetap melaksanakan pembelajaran sambil bergotong royong membersihkan lingkungan madrasah.
Gotong royong tersebut diperlukan karena sisa material banjir masih tampak di beberapa titik, seperti di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Langkat. Di sela jam pelajaran, mereka bersama-sama merapikan tumpukan buku yang masih menggunung di atas panggung pentas seni, setelah dievakuasi saat banjir melanda.

















