Banjir dan Tanah Longsor Landa Brasil, 25 Orang Tewas

- Banjir dan tanah longsor akibat hujan deras di Minas Gerais, Brasil, menewaskan sedikitnya 25 orang dan membuat lebih dari 40 lainnya hilang, terutama di kota Juiz de Fora.
- Pemerintah Juiz de Fora menetapkan status darurat, mengevakuasi ratusan warga, serta mengumumkan tiga hari berkabung di tengah curah hujan tertinggi dalam sejarah wilayah tersebut.
- Presiden Lula da Silva menjanjikan bantuan penuh bagi korban, sementara para ahli menilai meningkatnya bencana ekstrem ini terkait erat dengan dampak krisis iklim di Brasil.
Jakarta, IDN Times - Hujan deras sejak Senin (23/2/2026) menyebabkan banjir dan tanah longsor di negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 25 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 40 orang lainnya hilang.
Sebagian besar korban jiwa berada di kota Juiz de Fora, dengan 18 orang dilaporkan tewas, sementara tujuh korban lainnya tercatat di Ubá. Hingga kini, petugas darurat masih terus melakukan pencarian korban di bawah puing-puing bangunan yang hancur.
“Kami sudah berada di sini sejak tadi malam untuk melihat apakah mereka bisa bertahan hidup di bawah tanah,” ujar Livia Rosa, yang kehilangan beberapa kerabatnya akibat tertimbun lumpur.
1. Pemerintah Juiz de Fora umumkan status keadaan darurat

Dilansir dari BBC, sekitar 440 orang mengungsi di Juiz de Fora, yang terletak sekitar 310 km di utara Rio de Janeiro. saja. Pemerintah setempat menyediakan tempat penampungan sementara serta meminta bantuan berupa air, makanan, pakaian, dan perlengkapan kebersihan bagi para pengungsi.
Walikota Juiz de Fora, Margarida Salomao, menyebut sedikitnya 20 tanah longsor terjadi di wilayah tersebut dan beberapa rumah roboh. Ia mengatakan, tragedi ini merupakan momen paling menyedihkan selama 5 tahun masa jabatannya di pemerintahan daerah. Ia juga telah menetapkan status keadaan darurat dan mengumumkan tiga hari berkabung untuk mengenang seluruh warga Juiz de Fora yang meninggal dunia.
Menurut pejabat setempat, Februari tahun ini tercatat sebagai yang paling basah dalam sejarah Juiz de Fora. Curah hujan di wilayah tersebut bahkan sudah melebihi dua kali lipat dari rata-rata normal bulan tersebut.
2. Minas Gerais masih akan diguyur hujan deras selama beberapa hari mendatang

Dilansir dari Al Jazeera, sedikitnya 108 personel dari Dinas Pemadam Kebakaran Minas Gerais telah dikerahkan ke Juiz de Fora, dan 28 personel lainnya ke Ubá. Hujan deras di wilayah tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sehingga berisiko mempersulit upaya penyelamatan.
“Banyak orang berada di dalam rumah mereka pada malam hari saat hujan turun. Kami masih memiliki harapan. Kami menemukan seorang anak laki-laki pagi ini. Ia berada di dalam sebuah rumah, di bawah reruntuhan. Tim membutuhkan waktu 2 jam untuk mengevakuasinya," kata Mayor Demetrius Goulart dari dinas pemadam kebakaran.
Sementara itu, Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, mengatakan pemerintah akan membantu dengan segala cara yang memungkinkan dan menyampaikan dukungannya kepada warga yang terdampak bencana.
“Fokus kami adalah memastikan bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, dukungan bagi para pengungsi, serta bantuan untuk rekonstruksi,” tulisnya dalam unggahan di media sosial.
3. Krisis iklim berdampak pada peristiwa cuaca ekstrem di Brasil

Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil telah mengalami berbagai tragedi akibat peristiwa cuaca ekstrem, mulai dari banjir hingga kekeringan dan gelombang panas yang intens. Pada 2024, lebih dari 200 orang tewas dan 2 juta lainnya terdampak banjir di negara bagian Rio Grande do Sul, salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah negara itu.
Dua tahun sebelumnya, banjir besar juga melanda kota Petrópolis di luar Rio de Janeiro. Sedikitnya 241 orang tewas dalam bencana tersebut. Para ahli mengaitkan sebagian besar peristiwa itu dengan dampak krisis iklim, dilansir dari The Guardian.

















