Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenag Minta Penghulu Siap Ditugaskan di Mana Saja

Kemenag Minta Penghulu Siap Ditugaskan di Mana Saja
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Kementerian Agama menyiapkan skema baru untuk pemerataan penempatan penghulu dan rekrutmen pegawai baru agar layanan keagamaan merata di seluruh Indonesia.
  • Penghulu diminta siap ditempatkan di mana saja, tidak menumpuk di kota, serta memiliki pengalaman teritorial dan kemampuan adaptasi terhadap keragaman masyarakat.
  • Kemenag juga fokus meningkatkan kesejahteraan penghulu melalui penguatan tunjangan fungsional dan jenjang karier, sambil mengatasi kekurangan petugas di daerah tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan skema baru untuk memeratakan penempatan penghulu serta melakukan pengadaan pegawai baru. Hal ini dilakukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi petugas di lapangan.

Upaya tersebut bertujuan memastikan layanan keagamaan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan persoalan sebaran penghulu menjadi tantangan serius yang perlu segera dibenahi. Penempatan petugas harus dirancang secara sistematis.

1. Ubah pola pikir, penghulu dilarang menumpuk di kota

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Hal ini penting agar tidak terjadi penumpukan personel di wilayah tertentu, khususnya perkotaan, sedangkan daerah lain justru kekurangan. Para penghulu diminta memiliki kesadaran penuh sebagai abdi negara yang siap ditempatkan di mana saja.

“Mindset harus diubah. Penghulu adalah pelayan masyarakat, sehingga harus siap ditugaskan di berbagai wilayah sesuai kebutuhan organisasi,” ujar Abu dilansir dari laman resmi Kemenag, Selasa (24/2/2026).

2. Pengalaman teritorial dan pembaruan data jadi kunci

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad (dok. Kemenag)
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad (dok. Kemenag)

Seorang penghulu dituntut memiliki pengalaman teritorial luas. Mereka harus memahami keragaman masyarakat serta mampu beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya yang berbeda-beda.

Kemenag memerlukan data akurat mengenai kebutuhan riil serta peta sebaran penghulu saat ini, apalagi banyak petugas akan segera memasuki masa pensiun.

Distribusi penghulu saat ini dinilai masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Situasi ini memicu kekurangan sumber daya manusia di sejumlah daerah.

Pemerintah menilai masalah ini bisa selesai lewat pengadaan pegawai baru serta rotasi penempatan secara nasional dengan melibatkan Sekretariat Jenderal dan seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.

3. Fokus pada kesejahteraan dan atasi kekurangan di daerah

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad (dok. BAZNAS)

Direktur KUA dan Bina Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menyoroti adanya daerah yang masih mengalami krisis jumlah penghulu, salah satunya di Jepara. Langkah koordinasi lintas unit mutlak diperlukan demi memastikan layanan keagamaan tidak terganggu.

Kementerian Agama tidak hanya fokus pada penataan distribusi, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan penghulu. Penguatan tunjangan fungsional dan kejelasan jenjang karier menjadi prioritas.

“Kita ingin memastikan penghulu tidak hanya cukup secara jumlah, tetapi juga kuat dari sisi kompetensi, distribusi, dan kesejahteraannya,” kata Ahmad.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More