Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik hingga Berbagi Zakat Jelang Lebaran

- Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam menyiapkan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026 di Jakarta, melibatkan pakar astronomi dan ormas Islam untuk penetapan awal Idul Fitri.
- Program Indonesia Berzakat dan Tebar Harapan Ramadan digelar dengan target dua juta paket zakat fitrah bagi keluarga di berbagai daerah, sebagai bentuk kolaborasi lintas lembaga negara dan filantropi.
- Kampanye Masjid Ramah Pemudik menghadirkan 6.859 masjid sebagai tempat istirahat dan ibadah pemudik, disertai kegiatan Starling serta Nuzulul Qur’an untuk memperkuat semangat keb
Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) membuat sejumlah program menyambut momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program tersebut mencakup penyelenggaraan Sidang Isbat penentuan awal Syawal, penggalangan dana umat lewat kampanye Indonesia Berzakat, sampai penyiapan Masjid Ramah Pemudik.
Rangkaian kegiatan ini masuk dalam payung kampanye Joyful Ramadan Mubarak. Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H digelar pada 19 Maret 2026 berlokasi di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta.
“Sekitar pukul 16.30 WIB akan dilaksanakan seminar mengenai posisi hilal pada 29 Ramadan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai organisasi masyarakat Islam,” ujar Rokhmad di Kemenag, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menerangkan proses Isbat mewakili jalur resmi pemerintah berlandaskan beleid Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026. Pertemuan ini mengumpulkan pakar astronomi Islam, perwakilan ormas, periset, sampai pemangku kebijakan guna memutuskan awal bulan secara metodologis serta terbuka.
1. Sebar jutaan paket zakat fitrah di bulan puasa

Kemenag turut menggencarkan aksi filantropi melalui gerakan Indonesia Berzakat. Langkah ini didesain sebagai percontohan bagi warga agar rutin menunaikan kewajiban rukun Islam keempat dan mempererat kepedulian.
Kemenag bersama deretan instansi negara juga merancang program Tebar Harapan Ramadan (THR). Inisiatif tersebut menyasar pendistribusian dua juta paket zakat fitrah bagi kelompok keluarga di berbagai pelosok daerah.
“Program yang akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026 di Velodrome Jakarta Timur ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, Majelis Ulama Indonesia, Baznas RI, Forum Zakat, serta berbagai lembaga filantropi Islam. Program ini menargetkan distribusi dua juta paket zakat fitrah bagi keluarga Indonesia, sekaligus kegiatan buka puasa bersama lintas agama,” ujar Rokhmad.
2. Ribuan masjid siap melayani mobilitas masyarakat

Demi memfasilitasi kelancaran perjalanan masyarakat menjelang hari raya, Ditjen Bimas Islam juga menyiapkan kampanye Masjid Ramah Pemudik dengan menggandeng 6.859 tempat ibadah di seantero negeri. Lokasi-lokasi tersebut difungsikan sebagai area rehat sekaligus pusat ibadah bagi publik, saat menempuh perjalanan jauh ke kampung halaman.
“Pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng akan dilakukan kick-off Program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia,” kata dia.
Rokhmad menilai Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar selebrasi ritual, melainkan juga wadah sosial pengikat harmoni komunal. Kegiatan mudik sudah menjelma menjadi tradisi tahunan di Tanah Air.
“Karena itu, Kementerian Agama ingin memastikan para pemudik tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik, dan memperoleh layanan yang memadai selama perjalanan,” ucap dia.
3. Ada program Starling

Sebagai tambahan, Kemenag juga membuat program pendukung selama Ramadan, seperti Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, pada 10 Maret 2026, serta agenda Salat Tarawih Keliling (Starling) antarinstansi pemerintah.
Kemenag berharap ibadah puasa tahun ini mampu memicu perbaikan kualitas ibadah personal, meningkatkan tenggang rasa, memperkuat layanan, serta menyatukan ikatan kebangsaan menyongsong Hari Raya Idul Fitri.



















