Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenhaj Umrah Ingatkan Jemaah Haji Hati-Hati Main Medsos di Arab Saudi

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf cek makanan untuk jemaah haji 2026
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf cek makanan untuk jemaah haji 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya sih...
  • Kemenhaj Umrah RI mengingatkan jemaah haji 2026 untuk hati-hati menggunakan media sosial di Arab Saudi.
  • Arab Saudi memiliki teknologi pemantauan siber yang canggih dan dapat melacak jejak digital masa lalu.
  • Jemaah diminta fokus pada ibadah, bukan mencari kesalahan pihak lain dan berperilaku tidak layak di ruang digital.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj Umrah) RI mengingatkan jemaah haji Indonesia tahun 2026 untuk ekstra hati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos) selama berada di Arab Saudi. Imbauan ini disampaikan mengingat ketatnya aturan dan canggihnya sistem pengawasan digital yang diterapkan oleh otoritas setempat.

Direktur Bina Haji Reguler Kemenhaj Umrah RI, Chandra Sulistio Reksoprojo, menekankan, Arab Saudi memiliki teknologi pemantauan siber yang sangat maju.

"Pertama, hati-hati menggunakan medsos di Saudi. Itu satu poin dulu ya. Di sana tuh canggih sekali. Mereka bisa melacak kita," ujar Chandra saat ditemui di sela-sela kegiatan Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (12/1/2026).

Chandra menjelaskan, kemampuan pelacakan otoritas Saudi tidak hanya terbatas pada unggahan terbaru, tetapi juga jejak digital masa lalu.

"Mereka bisa tahu saja gitu kan, apa yang kita beritakan atau yang tahun berapa kita beritakan pun mereka terkadang bisa melacak itu. Sehingga gunakanlah media itu benar-benar sangat hati-hati," kata dia.

Selain faktor keamanan siber, Chandra juga mengingatkan aspek spiritual jemaah. Dia meminta jemaah untuk meluruskan niat bahwa tujuan utama ke Tanah Suci adalah beribadah, bukan untuk menjadi pengamat yang mencari-cari kesalahan pihak lain lalu memviralkannya.

"Ingat, kita harus ingat, ya, jemaah, besok tujuannya ibadah. Jangan dicederai karena ingin mencari kejelekan pihak lain," kata Chandra.

Dia mengingatkan, jemaah sedang berada di Tanah Haram yang memiliki kesucian tersendiri. Perilaku yang tidak layak, termasuk di ruang digital, dikhawatirkan dapat membawa dampak buruk yang tidak terduga bagi jemaah itu sendiri.

"Kita berada di Tanah Suci kok di sana. Di Tanah Haram, hati-hati. Sekali kita juga, apa istilahnya, berbuat yang tidak layak, ya who knows lah," kata dia.

Chandra pun mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk selalu berpikir positif selama menjalankan ibadah haji.

"Sampaikan kabar yang baik. Ingat ini di Tanah Haram," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Tiang Monorel Dibongkar, Dishub DKI Rekayasa Lalu Lintas di Rasuna Said

13 Jan 2026, 23:01 WIBNews