Konser BTS Tambah 1 Hari, Pramono: Bukti Internasional Percaya kepada Jakarta

- Penambahan satu hari konser BTS di Jakarta mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kota ini sebagai tuan rumah acara global yang aman dan nyaman.
- Gubernur Pramono Anung menyoroti kontribusi Jakarta terhadap PDB nasional sebesar 16,67 persen dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,59 persen berkat kolaborasi lintas sektor.
- Ekonomi kreatif disebut menjadi mesin pertumbuhan baru yang memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut meningkatnya kepercayaan dunia internasional menjadi salah satu indikator penting posisi Jakarta sebagai kota global.
Hal itu terlihat dari semakin banyaknya penyelenggaraan acara berskala internasional yang memilih Jakarta sebagai tuan rumah, termasuk konser grup K-pop, BTS, yang berlangsung pada 26–27 Desember. BTS juga menambah jadwal konser pada 29 Desember.
"Sekarang orang mempunyai trust, kepercayaan kepada Jakarta. Sebagai contoh, besok walaupun nanti Desember ada K-pop, bintangnya K-pop dunia, BTS yang dulu hanya dua hari, tanggal 26-27 Desember, karena Jakarta dipercaya tambah satu hari menjadi 29 Desember. Jadinya 26, 27, 29 Desember," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
1. Jakarta sebagai kota aman

Menurut Pramono, penambahan jadwal tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan penyelenggara global terhadap Jakarta sebagai kota yang aman, nyaman, dan layak untuk event internasional.
“Ini menunjukkan bahwa ketika panggung-panggung dunia hadir di Jakarta dan mereka merasa aman, nyaman, maka kontribusinya terhadap ekonomi Jakarta akan signifikan,” ujarnya.
2. Pertumbuhan ekonomi Jakarta 5,59 persen

Pramono menyampaikan bahwa kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 16,67 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,59 persen. Ia menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pelaku ekonomi kreatif, serta dunia usaha menjadi faktor penting yang memberikan dampak nyata terhadap transformasi kota.
“Kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, ekonomi kreatif, pelaku dunia usaha, itulah yang akan memberikan dampak nyata perubahan dari sebuah kota,” ujar Pramono.
3. Ekonomi kreatif jadi mesin pertumbuhan baru

Pramono menyebut ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan baru (new engine of growth) dapat mengubah wajah Jakarta sebagai kota global.
"Kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, ekonomi kreatif, pelaku dunia usaha, itulah yang akan memberikan dampak nyata perubahan dari sebuah kota," kata Pramono.

















![[QUIZ] Tes Seberapa Hafal Kamu dengan Rute TransJakarta? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250813/upload_9dbee9a299fda131fd3c7a49504b7676_77f8b406-d909-4b72-b903-7603a4f07a52_watermarked_idntimes-2.jpeg)