Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak publik untuk terus aktif dan tidak lelah memberantas rasuah di Indonesia. Sebab, tingkat korupsi di Tanah Air masih membutuhkan perhatian yang sangat serius dari banyak pihak.
"IPK Indonesia masih 3,7 dan jauh dari nilai ideal. Kasus-kasus yang pernah ditangani oleh KPK pun masih menunjukkan korupsi terjadi di banyak institusi, termasuk partai politik," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah yang ditemui di gedung KPK pada Rabu malam (28/11).
Kondisi miris itu sesungguhnya juga sudah disuarakan oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo. Bahkan, saking parahnya tingkat korupsi di Tanah Air, lembaga antirasuah sempat berandai-andai ingin menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) setiap hari. Hal itu disampaikan oleh Agus, lantaran usai OTT digelar justru tidak membuat jera pihak lain lalu berhenti korup.
"Kalau KPK tenaganya cukup hari ini, kita melakukan OTT tiap hari bisa. Hampir semua bupati dan banyak pejabat yang masih melakukan tindak pidana seperti yang kita saksikan saat kami menangkap para bupati (sebelumnya oleh KPK)," ujar Agus pada Selasa kemarin.
Apakah ini berarti KPK mulai kehilangan keyakinan upaya terbaik untuk memberantas korupsi yakni dengan mengutamakan pencegahan?
