Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemilu Digelar Awal Tahun, KPU Ungkap Alasannya

Pemilu Digelar Awal Tahun, KPU Ungkap Alasannya
Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat agenda sosialisasi RPJPN2025-2045 dan penyusunan RPJMN Teknokratik 2025-2029 di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Senin (9/10/2023). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengungkapkan alasan kenapa Indonesia menghadapi pemilihan umum (Pemilu) tepat pada tanggal 14 Februari 2024. Salah satu agar calon presiden dan wakilnya bisa langsung berkontribusi menyusuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

"Tapi yang perlu kita ambil hikmahnya adalah dengan dapat diketahuinya pasangan calon presiden lebih awal maka pasangan terpilih ini bisa ikut menyusun RAPBN untuk 2025," kata dia saat ditemui di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).

  1. 1. Khawatir ada matahari kembar

    Ketua KPU, Hasyim Asy'ari (IDN Times/Aryodamar)
    Ketua KPU, Hasyim Asy'ari (IDN Times/Aryodamar)

    Dia menjelaskan, masalah waktu pemilu berlangsung kerap jadi perdebatan. Menurut Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) usia pengambilan suara dilakukan, hasilnya akan keluar 35 hari ke depannya. Hal itu kerap dianggap seolah-olah ada matahari kembar, karena presiden sebelumnya masih menjawab.

    "Itu kemudian ada perdebatan, seolah-seolah ada dua matahari kembar, di satu sisi masih ada presiden existing di satu sisi sudah ada paslon terpilih," katanya.

  2. 2. Ada simbolisasi dan harmonisasi

    Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Arief Rahmat)

    Nantinya jika presiden dan wakil presiden yang terpilih ikut menyusun RAPBN untuk 2025, maka akan ada simbolisasi dan harmonisasi dengan apa yang sudah direncanakan presiden yang masih menjabat.

    "Kalau misalkan paslon terpilih presiden di tengah tahun, atau di akhir tahun, dalam arti tahun anggaran, itu kemudian paslon presiden akan susah untuk mewujudkan visi misinya untuk tahun pertama 2025," katanya.

  3. 3. Pembangunan harus keberlanjutan

    Ketua KPU Hasyim Asy'ari hadiri agenda sosialisasi RPJPN2025-2045 dan penyusunan RPJMN Teknokratik 2025-2029 di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Senin (9/10/2023). (IDN Times/Lia Hutasoit)
    Ketua KPU Hasyim Asy'ari hadiri agenda sosialisasi RPJPN2025-2045 dan penyusunan RPJMN Teknokratik 2025-2029 di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Senin (9/10/2023). (IDN Times/Lia Hutasoit)

    Hasyim mengungkap, tim transisi presiden dan wakil presiden nantinya bisa merumuskan tentang apa yang sudah dikerjakan di tahap awal 2025.

    "Selain itu,  kita tahu sebuah bangsa tidak ada yang discontinuity atau keterputusan. Itulah pentingnya pembangunan harus keberlanjutan," kata Hasyim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More