Mantap! Menkes Target Paracetamol 100 Persen Diproduksi Indonesia 2027

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan, Indonesia bisa memproduksi bahan baku obat paracetamol pada 2027.
Target tersebut dilakukan karena paracetamol merupakan bahan baku obat impor yang paling tinggi.
"Hampir 99,99 persen bahan baku paracetamol impor, hanya 0,01 persen yang produksi dalam negeri," tulis Budi dalam presentasinya saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (8/11/2022).
1. Impor paracetamol di 2024 hanya 19 persen

Budi mengatakan, pihaknya saat ini sudah mulai membuat industri bahan baku obat dalam negeri.
"Kita harapkan impornya ini bisa turun di 2024 sebesar 19 persen dari 99 persen," ujarnya.
2. Kemenkes siapkan pembangunan fasilitas produksi

Dalam presentasinya, Budi menggandeng dua perusahaan untuk produksi bahan baku obat dalam negeri yaitu PT Kaltim Parna Industri (KPI) dan PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP).
Kemenkes telah melakukan persiapan pembangunan fasilitas produksi (fasprod) yang bekerja sama dengan PT KPI. Pada tahun ini juga telah melakukan kerja antara KFSP dengan Sinopharm.
3. Garam farmasi masih impor 100 persen

Selain menekan impor bahan baku paracetamol, Menkes juga akan menurunkan impor garam farmasi yang saat ini 100 persen masih di produksi luar negeri.
"Dalam Perpres Nomor 126 Tahun 2022 tentang percepatan pembangunan Pergaraman Nasional menyatakan bahwa kebutuhan garam termasuk garam industri, harus dipenuhi garam produksi dalam negeri dari badan usaha paling lambat 2024," imbuh Menkes.



















