Ma’ruf Amin Soroti Muktamar PBNU 2026, Singgung Persatuan

- Ma’ruf Amin menegaskan pentingnya soliditas dan konsolidasi organisasi menjelang Muktamar PBNU 2026 agar NU semakin berperan dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Gus Ipul memastikan persiapan Muktamar berjalan lancar dengan rangkaian agenda besar seperti Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU sebelum acara utama pada Agustus mendatang.
- Panitia tengah memproses validasi SK peserta secara bertahap untuk memastikan keabsahan data dan menjaga legitimasi forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.
Jakarta, IDN Times – Mantan Wakil Presiden RI ke-13, Ma'ruf Amin, menegaskan pentingnya persatuan dalam momentum Muktamar PBNU 2026. Ia menyebut konsolidasi organisasi menjadi kunci memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Ma’ruf, Muktamar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, forum ini harus menjadi ruang menyatukan visi demi kepentingan yang lebih besar, baik bagi umat maupun negara.
“Ini sebuah kesatuan untuk sebuah negara yang lebih besar, lebih optimal kepada agama, kepada bangsa, kepada negara. Maka itu harus seluruh pemerintah bersatu,” ujar Ma’ruf di Jakarta, Pusat, Minggu (12/7/2026).
1. Pentingnya peran kader NU

Ma’ruf juga menyoroti peran strategis kader NU dalam menjaga nilai kebangsaan. Ia menilai, fleksibilitas dan pengorbanan kader menjadi kekuatan utama organisasi selama ini.
“NU itu kita, biasanya kan NU itu tidak berkait dengan siapa saja. Tapi kalau ada orang lain yang membutuhkan, itu merelakan. Kadernya merelakan siapa saja,” katanya.
2. Muktamar NU digelar Agustus mendatang

Di sisi lain, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan seluruh persiapan Muktamar berjalan sesuai rencana. Ia ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee).
Gus Ipul menyebut, rangkaian agenda besar akan digelar sebelum Muktamar utama pada Agustus mendatang.
“Kepanitiaan yang InsyaAllah akan menyelenggarakan dua event sekaligus yang merupakan satu rangkaian. Munas, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan sebelum Muktamar pada bulan Agustus tersebut,” ujar Gus Ipul.
Agenda ini menjadi bagian penting dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
3. Proses seleksi SK peserta

Gus Ipul menjelaskan, panitia saat ini masih memproses Surat Keputusan (SK) sebagai syarat utama keikutsertaan peserta Muktamar. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan validitas data.
“SK-SK yang bermasalah akan dibahas secara bertahap. Kemudian yang telah memenuhi syarat, insyaallah akan ditetapkan dan diserahkan kepada wilayah dan cabang,” ujarnya.
Validasi administrasi ini dinilai krusial untuk menjaga legitimasi forum tertinggi NU tersebut.


















