Mendiktisaintek Minta Kampus Petakan Wilayah Terdampak Gempa NTT

- Mendiktisaintek meminta perguruan tinggi memetakan wilayah terdampak gempa NTT yang belum terjangkau bantuan.
- Mahasiswa melaporkan kebutuhan air, listrik, logistik, sanitasi darurat, pembersihan rumah, dan dapur umum.
- Sejumlah kampus membentuk posko, mengirim relawan, logistik, tim medis, serta Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi memetakan wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum terjangkau bantuan. Pemetaan dinilai penting agar dukungan kampus sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.
“Jadi tadi kami mendapatkan beberapa informasi, nantinya kita akan menyerahkan kepada Kepala LLDIKTI untuk mengoordinasikan titik-titik mana yang masih belum terjangkau. Itu mungkin akan didahulukan seperti yang dicontohkan oleh Unram dan Undana,” kata dia, dikutip Kamis (27/8/2026).
1. Mahasiswa laporkan kondisi lapangan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam dialog di Manggarai, Rabu (26/8/2026), sejumlah mahasiswa melaporkan hasil asesmen mereka. Tim Undana menyebut telah menyalurkan logistik, mengirim tim medis, serta menjalankan KKN Tematik.
Sementara, mahasiswa Universitas Mataram melaporkan kebutuhan air, pembersihan rumah, sanitasi darurat, dan dukungan dapur umum.
2. Kebutuhan dasar masih jadi sorotan

PMI Bantu Rujuk Pasien Gempa NTT ke Labuan Bajo Mahasiswa Politeknik eLBajo Commodus menemukan kebutuhan air, listrik, logistik, hingga material untuk membangun kembali rumah terdampak. Mereka juga menyampaikan distribusi bantuan di sejumlah wilayah masih perlu diperhatikan agar lebih merata.
Dari Unair, tim medis spesialis bedah ortopedi dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah dikirim untuk turut membantu.
“Menurut Mendiktisaintek, informasi dari sivitas akademika yang telah berada di lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan titik dan bentuk dukungan yang perlu diprioritaskan," kata dia.
3. Kampus dari berbagai daerah bergerak

Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR) Sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar NTT juga telah membentuk posko maupun mengirim relawan guna membantu warga. Di antaranya Universitas Nusa Nipa, Universitas Flores, Universitas Mataram, UMI Makassar, Universitas Warmadewa, Universitas Syiah Kuala, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sebelas Maret.


















