Mensos Saifullah akan Buat Program Bedah Kampung Pantura

- Menteri Sosial Gus Ipul akan bekerja sama dengan Baznas untuk membangun dan memberdayakan perkampungan di Pantura.
- Program ini fokus pada bedah kampung, dimulai dengan survei dari Jakarta hingga Banyuwangi untuk mendukung perkampungan tidak layak huni.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul akan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membangun dan memberdayakan perkampungan di wilayah Pantai Utara (Pantura).
Program ini berfokus pada upaya bedah kampung, yang akan dimulai dengan survei di sepanjang Pantura, dari Jakarta hingga Banyuwangi.
"Kami akan melakukan survei dalam 1-2 minggu ke depan, mulai dari Jakarta hingga Banyuwangi, untuk menentukan kampung mana yang memerlukan dukungan. Jika berhasil, kami akan menduplikasi program ini di lokasi lainnya," ujar Gus Ipul di Gedung Kemensos, Jakarta, Senin (7/10/2024).
1. Tingkatkan kualitas hidup warga

Gus Ipul mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga kampung yang masuk kategori tidak layak huni.
"Sasaran utama adalah perkampungan dengan kondisi rumah yang tidak memenuhi standar, seperti lantai tanah dan dinding yang belum kokoh," ujarnya
2. Kampung akan berdaya

Selain pembangunan fisik, program ini juga akan melibatkan pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan fasilitas umum, seperti toilet komunal, lapangan olahraga, dan pusat kuliner.
"Kami ingin kampung tersebut bisa berkembang lebih baik. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci, termasuk dengan menyediakan beasiswa dan fasilitas lainnya," ujarnya.
3. Pembiayaan akan kolaboratif bersama Baznas

Program bedah kampung ini diharapkan segera dimulai dalam waktu sebulan atau paling lambat dua bulan, setelah survei lokasi, konsolidasi tanah, dan koordinasi dengan pemerintah daerah selesai.
Mengenai pembiayaan, Gus Ipul menyatakan, akan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, Baznas, dan pihak-pihak lainnya. Dalam kerja sama ini, data dari Kemensos dan Baznas akan disinergikan untuk menentukan daerah yang paling membutuhkan bantuan.
"Kami sudah lama bekerja sama dengan Baznas dan menggunakan data dari Kementerian Sosial. Data tersebut akan digunakan untuk menyusun program yang tepat sasaran," kata Gus Ipul.



















