Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Usut Kematian 5 Peserta Latsar Kopdes, Komnas HAM Panggil Pihak Terkait

Usut Kematian 5 Peserta Latsar Kopdes, Komnas HAM Panggil Pihak Terkait
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Komnas HAM memastikan penyelidikan atas kematian lima peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih, dimulai dengan pengumpulan informasi dan pemanggilan pihak terkait.
  • Lima calon manajer Kopdes meninggal dunia selama pelatihan, dengan penyebab beragam seperti henti jantung, heat stroke, hingga infeksi paru akibat virus.
  • Kementerian Pertahanan menyatakan materi pelatihan belum mencakup latihan fisik berat, meski beredar video peserta menjalani aktivitas menyerupai latihan tempur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan akan menyelidiki kematian lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putij, saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil).

Langkah tersebut dilakukan setelah Komnas HAM sebelumnya menyampaikan sikap resmi atas rangkaian kematian peserta pelatihan. Hal ini diungkapkan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.

"Terkait dengan meninggalnya lima peserta Latsarmil Kopdes seperti rilis yang disampaikan Komnas HAM kemarin, kami sudah menyampaikan sikap ke publik dan langkah selanjutnya adalah tentu saja Komnas HAM akan melakukan penyelidikan. Tentu melalui pemanggilan para pihak ya dalam waktu dekat gitu," kata dia kepada IDN Times, dikutip Selasa (30/6/2026).

1. Komnas HAM tengah kumpulkan informasi

Kopdes Merah Putih, Kemhan
Pelaksanaan latihan militer untuk calon manajer koperasi desa merah putih dan kampung nelayan merah putih di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta. (Dokumentasi Kemhan)

Anis menjelaskan penyelidikan akan diawali dengan pengumpulan informasi sebelum dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Jadi saat ini masih mengumpulkan sejumlah informasi yang nantinya akan kami tindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan para pihak yang relevan terkait dengan kasus meninggalnya lima calon manajer Kopdes," kata dia.

2. Lima calon manajer Kopdes meninggal dunia

Usut Kematian 5 Peserta Latsar Kopdes, Komnas HAM Panggil Pihak Terkait
Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kodam Mulawarman, Jumat (26/6/2026). Kodam Mulawarman

Kasus ini menjadi sorotan setelah lima peserta meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil. Korban terbaru adalah Nola Dya Sari yang meninggal pada 26 Juni 2026 setelah sempat mengeluhkan sesak napas dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, empat peserta lain yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026 akibat henti jantung, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026 akibat heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang pada 23 Juni 2026 yang sempat disebut memiliki dugaan tuberkulosis, namun kemudian dijelaskan tim kesehatan sebagai infeksi paru akibat virus.

Serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang meninggal pada 26 Juni 2026 setelah beberapa hari menjalani perawatan karena mengalami sesak napas.

3. Kemhan klaim materinya tak cukup latihan fisik berat

Usut Kematian 5 Peserta Latsar Kopdes, Komnas HAM Panggil Pihak Terkait
Karangan bunga dari Menteri Koperasi di rumah Nola, Calon Manajer Kopdes yang meninggal. (IDN Times/istimewa).

Kementerian Pertahanan mengklaim materi pelatihan tahap awal belum mencakup latihan fisik berat. Menurut penyelenggara, peserta baru menjalani kegiatan penanaman disiplin dan bela negara berupa senam, jalan, peraturan baris-berbaris (PBB), dan PPM yang dilakukan secara bertahap.

Namun, dalam sejumlah video yang memperlihatkan peserta Latsarmil calon Kopdes Merah Putih menjalani latihan berat

Mereka melakukan kamuflase dengan menutupi tubuh menggunakan dedaunan hingga menyerupai semak-semak viral di media sosial. Dalam video itu, peserta tampak merayap di area berhutan sebelum berdiri dengan balutan daun layaknya prajurit TNI saat latihan tempur.

Video lain juga beredar peserta sedang berendam di parit, dengan pakaian militer. Ada juga video yang memperlihatkan peserta perempuan menenteng senjata laras panjang, seraya berjalan membidik sasaran.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More