Menteri Hukum: Pelaporan Hak Kekayaan Intelektual Gratis

- Menkum Supratman Andi Agtas umumkan pelaporan dan pendataan hak kekayaan intelektual kini gratis sebagai bagian transformasi Kemenkum.
- Pemerintah berencana hapus biaya penerimaan negara dari pendaftaran hak kekayaan intelektual demi perlindungan lebih bagi pemiliknya.
- Supratman ajak pelaku seni, terutama industri musik, segera daftarkan hak kekayaan intelektual untuk manfaat ekonomi yang lebih besar.
Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyebut, saat ini Kementerian Hukum (Kemenkum) dalam proses transformasi. Salah satunya pada proses pelaporan dan pendataan hak kekayaan intelektual.
Supratman menyebut, ke depan siapa pun yang akan melapor dan mendata hak kekayaan intelektual miliknya, tak akan dikenakan biaya atau gratis. Hal ini jadi terobosan tersendiri.
"Ke depan, proses pelaporan maupun pendataan hak kekayaan intelektual akan dikenakan biaya nol persen atau gratis," kata Supratman dalam acara Indonesia Summit 2026 by IDN Times bertema Gen Z and the Future of Indonesian Football di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Supratman menyebut, ke depannya pemerintah juga akan menghapus biaya penerimaan negara dari pendaftaran hak kekayaan intelektual. Semua demi perlindungan lebih bagi para pemilik hak tersebut.
Dengan adanya aturan ini, Supratman pun mengajak semua pihak, khususnya mereka yang bergerak di bidang seni, untuk segera mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya. Hal itu demi manfaat ekonomi yang akan didapat.
"Saya mengajak seluruh rekan-rekan, khususnya yang bergerak di industri musik, untuk segera mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya," ujar Supratman.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
















