Mobil Terseret hingga Puluhan Rumah Terendam Banjir Bandang Bogor

- Curah hujan ekstrem dan penyempitan drainase jadi pemicu banjir bandang
- Sebanyak 68 KK di Desa Cijayanti terdampak serius, membuat banyak keluarga terpaksa mengungsi sementara
- Proses evakuasi dan pembersihan material terus dilakukan, warga diminta siaga mengantisipasi hujan susulan
Bogor, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2/2026) sore, mengakibatkan banjir bandang di kawasan Bojong Koneng, Babakan Madang.
Aliran air yang sangat deras tak hanya membawa material lumpur, tetapi juga sempat melumpuhkan akses jalan utama.
Video amatir yang beredar memperlihatkan sebuah mobil berwarna putih terseret arus air yang meluap dari perbukitan.
Kendaraan tersebut tampak tak berdaya dihantam arus yang bercampur lumpur tebal di jalur menuju perumahan warga.
"Mobil itu posisinya sedang parkir di bahu jalan, tiba-tiba arus datang sangat kencang. Beruntung tidak ada orang di dalamnya, hanya kerugian materiil karena mobil terseret cukup jauh," ungkap Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin.
1. Curah hujan ekstrem dan penyempitan drainase jadi pemicu

Bencana ini diduga kuat terjadi karena sistem drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis secara tiba-tiba.
Material sampah dan bebatuan dari area atas menyumbat gorong-gorong, sehingga air mencari jalan ke area pemukiman.
"Cuaca memang sedang ekstrem di wilayah Babakan Madang. Sumbatan pada aliran anak sungai membuat air meluap ke jalanan. Ditambah lagi kontur tanah yang miring membuat daya rusak air jadi lebih besar," tambah Jalaluddin.
2. Sebanyak 68 KK di Desa Cijayanti terdampak serius

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, dampak paling parah dilaporkan merembet hingga ke Desa Cijayanti. Selain merusak fasilitas umum, air setinggi pinggang orang dewasa juga merendam puluhan tempat tinggal warga, membuat banyak keluarga terpaksa mengungsi sementara ke titik yang lebih aman.
"Data terbaru kami mencatat ada sekitar 68 kepala keluarga atau 255 jiwa yang terdampak langsung. Beberapa rumah mengalami kerusakan fisik di bagian dinding dan pagar akibat terjangan material air," jelas Adam.
3. Proses evakuasi dan pembersihan material terus dilakukan

Sejak pagi tadi, kata dia, petugas gabungan bersama warga mulai bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur yang menutupi akses jalan.
Meski jalan sudah mulai bisa dilalui, warga tetap diminta siaga mengantisipasi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi.
"Tim kami masih di lokasi untuk membantu warga membersihkan rumah dan akses publik. Kami minta masyarakat yang tinggal di lereng bukit tetap siaga jika melihat tanda-tanda hujan lebat kembali turun," pungkas Adam.

















