Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jelang Ramadan, Food Station Gandeng Daerah Amankan Pangan Jakarta

Toko Beras Sumber Raya di Pasar Induk Beras Cipinang. (IDN Times/Trio Hamdani)
Toko Beras Sumber Raya di Pasar Induk Beras Cipinang. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya sih...
  • Kerjasama dengan daerah lain untuk penuhi pasokan beras, telur, minyak goreng, dan tepung terigu
  • Stok beras capai 80 ribu ton dengan kebutuhan normal di Jakarta sekitar 2.500 ton per hari
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), Dodot Tri Widodo, memastikan pasokan pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 di DKI Jakarta dalam kondisi aman dan terkendali.

Dodot membeberkan sejumlah strategi yang disiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta tersebut untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Lebaran. Komoditas yang cenderung naik yakni beras, telur, minyak goreng, tepung terigu.

"Hari besar keagamaan selalu diikuti kenaikan konsumsi, terutama pada komoditas tertentu. Kalau beras kenaikannya tidak terlalu banyak, kurang lebih sekitar delapan persen, sedangkan telur ayam sekitar 7-17 persen, jadi memang konsumsinya naik," kata Dodot di acara 'Balkoters Talk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026,' di Balai Kota Rabu (11/2/2026).

1. Kerja sama dengan daerah lain untuk penuhi kebutuhan

Toko Beras Sumber Raya di Pasar Induk Beras Cipinang. (IDN Times/Trio Hamdani)
Toko Beras Sumber Raya di Pasar Induk Beras Cipinang. (IDN Times/Trio Hamdani)

Dodot mengatakan, untuk mengamankan pasokan, Food Station memperluas kerja sama lintas daerah dengan dua pola yakni standby buyer atau membeli gabah dari daerah penghasil, dan on farming atau membiayai petani untuk menanam padi.

"Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali," ujar Dodot.

2. Stok beras capai 80 ribu ton

Dodot Triwidodo – Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya.
Dodot Triwidodo – Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Saat ini, kata Dodot, stok beras yang dimiliki Food Station mencapai 80 ribu ton dengan prognosa kebutuhan rumah tangga periode Februari sampai Maret sebesar 151.023 ton.

Kemudian stok beras untuk Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) mencapai 18 ribu ton dengan kebutuhan beras di Jakarta normalnya di kisaran 2.500 ton per hari. Dengan demikian, dalam sebulan kebutuhannya mencapai 70 ribu hingga 75 ribu ton.

"Ini angkanya cukup karena kami juga mengelola PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) yang rata-rata stok per hari itu 40 ribu ton, dibagi dengan 2.500 maka untuk 20 hari ke depan itu aman," kata Dodot.

3. Permintaan gula dan minyak melonjak

Toko Beras Sumber Raya di Pasar Induk Beras Cipinang. (IDN Times/Trio Hamdani)
Toko Beras Sumber Raya di Pasar Induk Beras Cipinang. (IDN Times/Trio Hamdani)

Selain itu, kata dia, permintaan gula pasir saat Ramadan dan Idul Fitri juga cenderung naik untuk membuat makanan berat atau kue. Saat ini stok gula pasir yang tersedia mencapai 192 ton. Perseroan pun berencana melakukan pengadaan 1.447 ton dengan melibatkan PT PN dan ID Food.

Begitu juga minyak goreng dengan stok 36.234 liter, Food Station akan melakukan pengadaan sebesar 643.530 liter untuk kebutuhan HBKN.

4. Food Station akan gelar pasar murah

Dodot Triwidodo – Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya.
Dodot Triwidodo – Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sementara itu, stok telur ayam yang tersedia 4,1 ton akan ditambah 1.002 ton dan stok tepung terigu sebanyak 25 ton bakal ditambah sebesar 63,2 ton. Di sektor distribusi, Food Station memaksimalkan jaringan perdagangan modern trade di 39 ribu lokasi dan konvensional dengan 1.000 pelanggan.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, perusahaan juga menggencarkan operasi pasar murah bersubsidi.

"Pasar murah itu kami jalan setiap hari 10 titik di kelurahan-kelurahan, di rusun, untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama menengah ke bawah untuk menjangkau harga pangan yang murah," ucap Dodot.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

5 Potret TNI AU Sukses Uji Coba Pendaratan Jet Tempur di Jalan Tol

12 Feb 2026, 07:13 WIBNews