Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pedestrian Deck Dukuh Atas Mulai Dibangun, Integrasi 6 Moda Transportasi

Pedestrian Deck Dukuh Atas Mulai Dibangun, Integrasi 6 Moda Transportasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam groundbreaking pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. (IDN Times/Amir Faisol).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan pembangunan pedestrian deck di kawasan TOD Dukuh Atas yang ditargetkan selesai pada tahun 2028.
  • Pedestrian deck ini akan menghubungkan enam moda transportasi: KRL, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta untuk mempermudah perpindahan penumpang.
  • Proyek dibiayai penuh oleh PT MRT Jakarta, sementara penamaan resmi masih dibahas dengan harapan melibatkan pemilik gedung sekitar melalui skema naming rights.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan pembangunan pedestrian deck di kawasan berorientasi transit (TOD) Dukuh Atas, Jakarta Pusat, yang ditargetkan rampung pada 2028.

Pramono menyampaikan, pedestrian deck Dukuh Atas menghubungkan enam moda transportasi sekaligus, yakni KRL, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta. Adapun, biaya pembangunan sepenuhnya ditanggung PT MRT Jakarta.

"Bismillahirrahmanirrahim, pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas secara resmi saya nyatakan dimulai," kata Pramono di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Pramono menuturkan, keenam moda transportasi di Jakarta yang akan terhubung pedestrian deck Dukuh Atas ini akan membuat integrasi semakin lancar. Artinya, pengguna akan lebih gampang berpindah dari satu moda ke moda yang lain dari satu lokasi.

"Semoga pembangunan ini akan membuat Jakarta semakin baik transportasinya," kata dia.

Kendati demikian, belum ada penamaan resmi dari pedestrian deck tersebut. Oleh karena itu, ia berharap, para pemilik gedung pencakar langit di Jakarta, khususnya yang berdempetan dengan TOD Dukuh Atas mau ikut andil.

"Saya yakin karena tempatnya strategis, di sini tidak jauh dari Astra, namanya dari sini aja kelihatan. Kemudian tidak jauh dari Bank BNI, namanya juga kelihatan. Kalau enggak ikutan campur menjadi naming rights ya keterlaluan," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More