Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto merespons keluhan sejumlah pemerintah daerah mengenai dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dilihat secara objektif dengan menghitung kembali besaran dana yang selama ini dialirkan pemerintah pusat ke daerah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama sejumlah jurnalis senior di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Wawancara tersebut ditayangkan melalui kanal YouTube TVRI.
Salah satu isu yang dibahas dalam sesi tersebut berkaitan dengan munculnya ketidakpuasan di sejumlah daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat. Jurnalis senior dan politikus, Akbar Faizal, menyinggung adanya suara dari daerah yang menilai pembagian sumber daya belum memberikan porsi sesuai harapan mereka.
Akbar mencontohkan Maluku Utara sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya alam yang besar. Ia juga menyinggung munculnya wacana ekstrem, mulai dari federalisme hingga pemisahan diri, yang dikaitkan dengan persoalan ketidakadilan hubungan pusat dan daerah.
"Pada saat yang bersamaan Bapak Presiden terutama pada isu daerah tadi itu muncul gejala yang sebenarnya saya gunakan bahasanya yang agak-agak ekstrem mengancam kesatuan kita, kedaulatan kita sebagai sebuah negara kesatuan. Apa itu? adalah atas isu bahwa pemerintah pusat tidak cukup adil tanda petik kepada daerah, ada beberapa daerah yang bahkan munculkan isu lebih jauh dari situ, berpisah dengan republik inilah, karena ketidakadilan inilah segala macam. Kita bisa mencatat beberapa nama di situ. Misalnya di Maluku Utara misalnya, yang merasa diri miliki sumber daya alam yang sangat banyak tapi tidak cukup mendapatkan porsi yang menurut mereka," ujar Akbar Faiza.
Menanggapi persoalan tersebut, Prabowo meminta besaran anggaran yang dikirim pemerintah pusat ke daerah dihitung secara menyeluruh. Ia memberikan contoh alokasi dana untuk desa sebagai salah satu komponen yang perlu dimasukkan dalam perhitungan.
“Coba ya, kita harus objektif ya. Coba dihitung berapa dana pemerintah pusat untuk daerah. Hitunglah yang saya katakan tadi," ucap Prabowo.
