Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPR Minta Buku Ajar Baru Gratis dan Tak Jadi Ladang Bisnis Baru
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Lalu Hadrian Irfani mendukung perubahan buku mata pelajaran yang mencakup materi, isi, dan konten, dengan keterlibatan pakar pendidikan.
  • Komisi X DPR mendorong uji publik serta distribusi buku gratis bagi siswa hingga seluruh pelosok negeri.
  • Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan kualitas isi dan fisik buku ajar SD, SMP, dan SMA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (7/8/2026)

Prasetyo Hadi menyampaikan keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas buku ajar SD, SMP, dan SMA. Ia menyebut perhatian pada ketertinggalan matematika dan bahasa Inggris.

Kamis (13/8/2026)

Lalu Hadrian Irfani menyambut baik rencana pemerintah mengubah buku mata pelajaran. Ia meminta perubahan mencakup materi, isi, dan konten serta melibatkan pakar pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah berencana mengubah buku mata pelajaran, termasuk materi, isi, konten, dan kualitas fisiknya.
  • Who?
    Lalu Hadrian Irfani, Komisi X DPR RI, Presiden Prabowo Subianto, dan Mensesneg Prasetyo Hadi terlibat dalam pernyataan mengenai rencana tersebut.
  • Where?
    Pernyataan Lalu disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta. Prasetyo berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
  • When?
    Lalu menyampaikan dukungannya pada Kamis (13/8/2026). Prasetyo menyampaikan pernyataan pada Jumat (7/8/2026).
  • Why?
    Perubahan didorong untuk meningkatkan kualitas buku ajar serta mengejar ketertinggalan siswa dalam matematika, sains, teknologi, dan bahasa Inggris.
  • How?
    Lalu mendorong pembaruan materi, pelibatan pakar pendidikan, dan uji publik. Buku diharapkan gratis bagi siswa serta memiliki bahan yang baik dan tahan lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah mau mengubah buku pelajaran. Pak Lalu bilang bukan cuma sampul bukunya yang diubah, tetapi isi dan materinya juga. Ia ingin pakar pendidikan ikut membantu. Pak Prabowo juga ingin buku untuk SD, SMP, dan SMA lebih bagus, tidak mudah rusak, dan membantu anak belajar matematika serta bahasa Inggris.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelibatan pakar pendidikan dan dorongan uji publik membuka ruang agar perubahan buku pelajaran memperhatikan materi, isi, serta kebutuhan siswa. Perhatian pada kualitas fisik buku juga dapat mendukung pemakaian yang lebih tahan lama. Rencana pemberian gratis hingga pelosok negeri menempatkan akses siswa sebagai bagian dari perhatian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengubah buku mata pelajaran. Namun, perubahan buku tersebut tidak hanya menyangkut tampilan fisik semata.

Menurut dia, pemerintah juga perlu melakukan pembaruan terhadap materi dan konten yang disajikan dalam buku-buku pelajaran. Ia juga mendorong agar pemerintah melibatkan semua pakar pendidikan dalam proses penyusunannya.

1. Jangan jadi ladang bisnis baru bagi kelompok tertentu

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani soroti kampus kelola dapur MBG. (IDN Times/Amir Faisol).

Politikus PKB itu juga mendorong adanya uji publik agar tidak memunculkan opini bahwa proyek ini hanya dikerjakan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu. Ia juga mengingatkan agar proyek ini tidak menjadi ladang bisnis baru bagi kelompok tertentu.

Di sisi lain, Lalu juga mendorong agar buku pelajaran yang akan diubah pemerintah dapat dirasakan semua murid di pelosok negeri.

"Ini harus gratis diberikan kepada siswa-siswi kita, tidak hanya di kota saja, tetapi di seluruh pelosok negeri. Nah, ini harapan kami. Ya, tentu ini moga-moga bisa sampai kepada pemerintah, terutama kepada Bapak Presiden langsung," kata dia.

2. Prabowo ingin tingkatkan kualitas buku ajar

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan kualitas buku ajar sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk peningkatan tersebut, Presiden Prabowo turut membandingkan kualitas buku ajar Indonesia dengan negara ASEAN.

Kepala Negara menilai, siswa Indonesia masih tertinggal dalam pelajaran matematika hingga bahasa Inggris. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan kualitas buku ajar.

"Mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satuconcern beliau (Presiden Prabowo) adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8/2026).

3. Prabowo perhatikan kualitas fisik buku ajar

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga memperhatikan kualitas fisik buku. Sehingga buku yang nantinya dibagikan kepada sekolah untuk siswa, tidak mudah rusak.

"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi, dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," kata dia.

Prasetyo menyampaikan, keluarga Presiden Prabowo dari kecil sudah dididik untuk suka membaca. Oleh karena itu, Prabowo ingin agar rakyat Indonesia sejak dini sudah dididik untuk gemar membaca.

"Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku, dan wajib membaca buku bagi kita semua," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article