Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penemuan 995 Airgun: Ruang Senjata Berjarak 40 Meter dari Kelas
Penemuan Air Gun, CD Porno, dan Narkoba, di sebuah sekolah Jakarta Selatan (Istimewa)
  • Yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan menyebut ruangan penemuan 995 airgun berjarak sekitar 40 meter dari kelas, sementara kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal.
  • Dua ruangan masih dipasangi garis polisi, termasuk bekas ruangan eks Ketua Yayasan IWD; bunker telah diperiksa kepolisian pada 5 Agustus 2026.
  • Yayasan meminta polisi mensterilisasi area sekolah, memastikan legalitas barang bukti yang telah diserahkan, serta mempercepat proses hukum demi keamanan lingkungan sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Yayasan sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan mengungkap ruangan tempat ditemukannya senjata hanya berjarak sekitar 40 meter dari ruang kelas siswa. Meski demikian, pihak yayasan menyebut lokasi tersebut cukup jauh dari area belajar dan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal.

"Kurang lebih 40 meter antara ruangan di mana kemarin ditemukan senjata dengan kelas. Jadi, cukup jauh," kata kuasa hukum yayasan, Hermawanto, saat memberikan keterangan di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Hermawanto mengatakan dua ruangan di sekolah hingga kini masih dipasangi garis polisi. Salah satunya merupakan ruangan yang sebelumnya digunakan oleh eks Ketua Yayasan berinisial IWD, sedangkan bunker telah diperiksa oleh aparat kepolisian pada Rabu (5/8/2026).

Dia mengatakan yayasan telah meminta kepolisian segera melakukan sterilisasi terhadap area yang masih dipasangi garis polisi untuk memastikan tidak ada lagi barang berbahaya di lingkungan sekolah.

"Kemudian, kami minta aparat segera melakukan sterilisasi untuk memastikan seluruh barang di sekolah sudah tidak ada lagi yang berbahaya. Itu yang sedang kami minta kepada aparat kepolisian," ujar Hermawanto.

Hermawanto menyatakan, seluruh barang bukti telah diserahkan kepada penyidik dan kini pihaknya menunggu proses hukum.

"Makanya semua barang-barang itu sudah kami serahkan ke penyidik dan kami meminta penyidik untuk memastikan legalitasnya. Buat kami, sekolah hanya satu. Kami menginginkan sekolah ini aman dari senjata-senjata yang berbahaya. Makanya kami meminta agar penyidik segera memprosesnya secara hukum dan ada kepastian hukum buat kami semua yang ada di sekolah," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article