Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perawat di RSUD Pasar Rebo Meninggal Dunia Diduga karena COVID-19

Perawat di RSUD Pasar Rebo Meninggal Dunia Diduga karena COVID-19
Setiap harinya terdapat belasan jenazah COVID-19 yang dimakamkan TPU Tegal Alur. (IDN Times/Candra Irawan)

Jakarta, IDN Times - Satu lagi tenaga medis Indonesia meninggal dunia di tengah penanggulangan penyebaran COVID-19. Reno Tri Palupi tutup usia pada Sabtu (25/4) pukul 04.25 WIB di rumah sakit tempat dia bekerja, RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kasus Reno menjadi kasus ke-17 perawat yang meninggal dunia karena COVID-19. Hal ini dikonfirmasi Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhila ketika dihubungi IDN Times lewat jaringan telepon pada Sabtu (25/4).

1. Dapat salam penghormatan dari teman sekerjanya

ilustrasi petugas medis. Dok. ANTARA News.
ilustrasi petugas medis. Dok. ANTARA News.

Dilansir dari video yang diunggah Antara, jenazah Reno mendapat salam penghormatan terakhir dari rekan-rekannya di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sejumlah pegawai rumah sakit tampak mengenakan seragam dinas dan memberi hormat kepada jenazah yang sudah dimasukan dalam ambulans.

Isak tangis mengiringi kepergian Reno. Video berdurasi satu menit 33 detik itu menggambarkan suasana duka di lapangan parkir mengiringi kepergian jenazah Reno.

2. Belum ada informasi lebih jauh soal kondisi kesehatan Reno

Ilustrasi pemeriksaan suhu wisatawan masuk Palembang di terminal Alang Alang Lebar Palembang. (ANTARA FOTO/Feny Selly)
Ilustrasi pemeriksaan suhu wisatawan masuk Palembang di terminal Alang Alang Lebar Palembang. (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Kepada IDN Times, Harif secara jujur mengaku belum menerima informasi lengkap mengenai kondisi riwayat kesehatan Reno. Dia juga tidak bisa memastikan apakah Reno masuk dalam daftar PDP sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Informas imeninggalnya sudah, tapi terkait dengan bagaimana riwayatnya itu belum. Kami belum terima. Masih minta kepada komisariat PPN setempat belum dikirim," kata Harif dalam sambungan telepon.

Harif mengatakan kasus Reno akan menjadi kasus ke-17 kematian perawat di Indonesia akibat COVID-19 yang telah tercatat oleh PPNI.

3. Keterbukaan rumah sakit diperlukan untuk mengetahui riwayat kesehatan

Ilustrasi tenaga medis dengan APD Lengkap. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi tenaga medis dengan APD Lengkap. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Harif mengakui sulit untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai riwayat kesehatan perawat yang wafat akibat COVID-19 lantaran pihak rumah sakit yang kerap memilih bungkam usai kejadian.

"Tapi memang kita tidak bisa juga menyalahkan mereka 100 persen. Karena yang berhak Itu kan keluarga pasien dan rumah sakit atau pemerintah," kata Harif. Namun, PPNI tak hilang akal untuk tetap dapat mengetahui riwayat lengkap rekannya yang gugur saat melayani masyarakat di tengah pandemik virus corona ini.

Harif bercerita, umumnya mereka akan memberikan waktu bagi keluarga yang tengah berduka. "Pada umumnya kalau habis meninggal itu mereka bungkam, diam, harus diisolasi, susah dihubungi. 14 hari kemudian baru kita bisa komunikasi kami strateginya begitu," kata Harif.

"Yang kami bisa telusuri dari jejaring yang ada di internal rumah sakit kita telusuri," lanjut dia.

4. Banyak faktor yang sebabkan tenaga medis terpapar virus corona

Ilustrasi APD (IDN Times/Candra Irawan)
Ilustrasi APD (IDN Times/Candra Irawan)

Menurut Harif ada berbagai macam faktor yang menyebabkan tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 ini akhirnya juga menjadi korban. Salah satunya tidak terbukanya pasien akan riwayat perjalanan dan riwayat kesehatannya.

"Bagi pelayan kesehatan itu pastilah bisa diduga atau diduga kuat pada saat mereka memberikan pelayanan (lalu terpapar). Walaupun pintu-pintu lain juga bisa, misalnya mereka mungkin di transportasi umum," kata Harif.

Hal lain yang juga bisa menjadi faktor adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak sesuai prosedur dan sikap tidak disiplin dari tenaga kesehatan itu sendiri. Sejak kasus kematian ke-7, Harif mengaku PPNI telah memberi imbauan kepada perawat-perawat yang turun bertugas.

"Kami juga diskusi dengan organisasi profesi yang lain untuk membuat imbauan kepada pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan agar melindungi para tenaga kesehatan yang bekerja di tempat mereka. Itu yang penting," kata dia lagi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Margith Juita Damanik
EditorMargith Juita Damanik

Latest in News

See More

Dasco Ungkap Alasan Prabowo Sampaikan Arah Ekonomi 2027 di DPR Besok

19 Mei 2026, 17:20 WIBNews