Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Petugas PPIH yang Sudah Haji Bakal Langsung Di-drop ke Mina

Jemaah haji melakukan ibadah Wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)
Jemaah haji melakukan ibadah Wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Jakarta, IDN Times – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi kepadatan di fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) pada tahun 2026. Salah satu taktik utamanya adalah memecah konsentrasi petugas.

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna Haji 2025, Harun Ar Rasyid, mengungkapkan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), khususnya dari unsur Pelindungan Jemaah (Linjam/TNI-Polri) yang sudah pernah berhaji, rencananya tidak akan ke Arafah, melainkan langsung diterjunkan ke Mina.

1. Langsung bergerak dari hotel Makkah ke Mina

Kepala Satuan Operasi Armuzna, Kolonel Harun Arrasyid. Dokumentasi Media Center Haji
Kepala Satuan Operasi Armuzna, Kolonel Harun Arrasyid. Dokumentasi Media Center Haji

Harun menjelaskan, petugas yang memiliki status "sudah berhaji" akan diberangkatkan langsung dari pemondokan di Mekkah menuju Mina. Mereka tidak akan ikut rombongan jemaah yang wukuf di Arafah terlebih dahulu.

"Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal. Petugas baik itu dari unsur Linjam maupun lainnya yang sudah berhaji, kita akan langsung drop dari pemondokan ke Mina, berbarengan dengan jemaah yang bergerak menuju Arafah," ujar Harun saat memberikan pembekalan di Diklat PPIH, Rabu (21/1/2026) malam.

2. Fokus amankan malam krusial di Mina

WhatsApp Image 2025-06-09 at 09.23.04 (1).jpeg
Jemaah haji saat hendak melakukan lempar jumrah di Jamarat, Mina, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Tujuan utama strategi ini adalah agar pos-pos pelayanan di Mina sudah siap sedia menyambut gelombang jemaah yang datang dari Muzdalifah. Harun menyebut malam 10 Zulhijah sebagai "malam krusial".

"Tujuannya agar lebih efektif penyambutan jemaah yang bergerak dari Muzdalifah menuju Mina. Malam pertama itu malam krusial, semua jemaah menuju ke situ (Jamarot) sehingga berpotensi terjadi kepadatan dan kelelahan," jelasnya.

Dengan adanya petugas yang standby lebih awal, bantuan bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan saat lempar jumrah aqabah bisa lebih cepat tertangani.

3. Mengisi Pos Mobile Crisis Rescue (MCR)

Jemaah haji melakukan ibadah Wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)
Jemaah haji melakukan ibadah Wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Secara spesifik, Harun menyebut petugas Linjam (TNI-Polri) yang langsung ke Mina akan diplot untuk mengisi pos-pos vital yang medannya berat, seperti Pos Rute Mina dan Mobile Crisis Rescue (MCR).

"Linjam bertugas mengisi MCR yang ada di lantai 3, itu ada 5 pos. Karena itu jauh antara tenda Mina dengan pos itu, petugas yang langsung kita poskan di situ diharapkan tidak terkuras tenaganya," tambah Harun.

Strategi ini bukan tanpa dasar. Menurut Harun, evaluasi dua tahun sebelumnya menunjukkan bahwa konsep pemisahan ini efektif. Tahun ini, konsep tersebut tinggal dipertajam dari segi pemetaan personel agar stamina petugas tetap prima saat melayani jemaah di titik paling melelahkan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in News

See More

Poin-Poin Pertemuan Presiden Prabowo dan Raja Charles III di Inggris

22 Jan 2026, 09:32 WIBNews